
Lapangan di Pittodrie Stadium tergenang air, laga Aberdeen vs Celtic ditunda. (@ScotlandSky/X).
JawaPos.com - Pertandingan Scottish Premiership antara Aberdeen melawan Celtic yang semula digelar di Pittodrie Stadium pada Kamis (5/2) resmi ditunda setelah kondisi lapangan Pittodrie Stadium dinyatakan tidak layak dimainkan.
Penundaan itu terjadi kurang dari empat jam sebelum kick off, menyusul hujan berkepanjangan yang melanda wilayah Aberdeenshire dalam beberapa pekan terakhir.
Dilansir dari Sky Sports, pihak Aberdeen mengajukan permintaan inspeksi lapangan setelah muncul kekhawatiran terhadap area di depan Tribun Merkland, khususnya di sekitar kotak penalti. Inspeksi kemudian dilakukan oleh ofisial keempat, Greg Soutar.
Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa permukaan lapangan terlalu lunak dan tergenang air. Greg Soutar menilai kondisi itu dapat berisiko terhadap keselamatan pemain. Greg Soutar menyebut tanah di area bermasalah sangat berlumpur hingga bergerak saat diinjak. Selain itu, saat dicoba beberapa kali, bola juga tidak dapat memantul dengan normal.
“Bola juga tidak memantul di area itu (depan gawang). Keselamatan pemain adalah yang utama dan itu tidak bisa saya jamin. Keputusan ini tidak diragukan lagi, ini merupakan keputusan yang cukup jelas,” ujar Soutar dilansir dari Sky Sports.
Penundaan itu menjadi pukulan bagi Celtic yang tengah berupaya memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Hearts. Tim tamu sejatinya berharap dapat memanfaatkan kekalahan Hearts dari St Mirren sehari sebelumnya. Dengan laga yang tertunda, peluang Celtic untuk mendekati puncak klasemen sementara pun harus tertahan.
Sementara itu, CEO Aberdeen Alan Burrows menyatakan kekecewaannya karena laga tidak dapat digelar sesuai jadwal, padahal timnya telah mempersiapkan pemain baru yang akan melakoni debutnya.
“Kami benar-benar ingin pertandingan ini tetap digelar karena jumlah penonton yang akan hadir cukup besar. Kami juga baru mendatangkan beberapa pemain baru pada bursa transfer yang kemungkinan tampil, sehingga ada antusiasme tinggi terhadap laga ini,” kata Burrows.
Alan Burrows juga menegaskan bahwa klub telah berupaya maksimal agar pertandingan tetap berjalan. Namun, cuaca ekstrem membuat usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Menurut Burrows, Aberdeenshire mencatat curah hujan tertinggi sejak 2016 dengan Januari menjadi bulan terbasah dalam hampir satu dekade terakhir.
Wilayah itu bahkan disebut mengalami lebih dari 50 hari hujan dan salju secara beruntun. Kondisi tersebut membuat lapangan sulit dipulihkan meski telah dilakukan perawatan intensif.
“Kami telah berupaya semaksimal mungkin agar lapangan tetap bisa dimainkan, tetapi kami tidak berhasil memperbaikinya. Sepanjang hari kami terus memantau kondisi lapangan, terdapat genangan air besar di area kotak enam yard, dan bagian bawahnya juga sangat lembek,” jelas Burrows.
Burrows juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter, terutama fans Celtic yang sudah lebih dulu melakukan perjalanan menuju stadion. Penundaan yang diumumkan empat jam sebelum laga dinilai tidak ideal, tetapi tidak dapat terhindarkan.
Selain itu, laga Scottish Premiership lainnya antara Dundee dan Motherwell juga mengalami penundaan pada hari yang sama akibat lapangan tergenang air. Hingga saat ini, otoritas liga belum mengumumkan jadwal baru untuk pertandingan Aberdeen vs Celtic.
