
Adrian Wibowo saat mengikuti latihan bersama Timnas Indonesia.
JawaPos.com-Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Sumardji buka suara mengenai kemungkinan dua pemain diaspora Tim Geypens dan Adrian Wibowo ambil bagian dalam Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025. Kedua pemain punya dua persoalan berbeda sehingga masih sulit untuk bergabung.
Timnas Indonesia U-22 terus memantapkan persiapan jelang SEA Games 2025. Skuad Garuda Muda pun semakin komplet saat menggelar pemusatan latihan atau training camp (TC) dan melakoni uji coba.
Sejauh ini, Timnas Indonesia U-22 sudah dipastikan dapat diperkuat tiga pemain diaspora. Yakni Ivar Jenner (Jong Utrecht), Dion Markx (Top OSS), dan Mauro Zijlstra (FC Volendam). Garuda Muda juga akan kedatangan Marselino Ferdinan (AS Trencin) saat berada di Thailand, lokasi SEA Games 2025.
Kehadiran empat pemain itu jadi kabar baik karena SEA Games 2025 digelar pada 3-18 Desember mendatang, di luar agenda FIFA. Sehingga klub, khususnya yang ada di luar negeri bisa menolak melepas pemain ke Timnas Indonesia U-22.
Tapi ternyata keberadaan empat pemain diaspora belum cukup. Timnas Indonesia U-22 masih butuh dua pilar diaspora lagi. Yakni Tim Geypens dan Adrian Wibowo, yang sampai saat ini belum ada kepastian.
Sumardji mengatakan, untuk Adrian Wibowo sudah menyatakan kesediaanya bergabung. Tapi Adrian tertahan izin klub, Los Angeles FC. BTN PSSI pun mengupayakan agar klub Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat mau melepas Wibowo.
"Adrian sampai dengan saat sekarang ini, kalau Adrian sendiri sudah nyampaikan ke saya, bisa. Tapi kami diminta untuk berbicara dengan direktur teknikya (Dirtek), dan saya juga aktif bicara, menyampaikan," kata Sumardji di Stadion Madya Gelora Bung Karno, dipetik Selasa (18/11).
"Sekarang sekretaris tim juga saya suruh ngejar-ngejar terus ke klubnya, dan supaya Dirtek-nya mengizinkan Adrian bergabung di akhir November ini atau awal Desember," tambah dia.
Sementara untuk Tim Geypens, kata Sumardji, masih jadi tanda tanya besar. Sebab pemain yang bersangkutan sedang tidak dalam kondisi bagus alias cedera meski timnya, FC Emmen sebenarnya akan melepas Tim.
"Nah ini yang kami tunggu sebenarnya Tim ya. Prinsipnya kalau Tim ini sebenarnya jika kondisinya, kondisi cederanya membaik dan bisa, kami berharap," kata dia.
"Waktunya masih ada, dan kalau Tim intens bicara dengan SekTim, itu dia bisa datang. Klubnya juga InsyaAllah akan memberikan izin, yang pasti menunggu bagaimana supaya cederanya itu betul-betul pulih. Jadi tidak ada keraguan-raguan lagi untuk bisa berangkat," imbuh Sumardji.
