Yuran Fernandes dikritik suporter PSM Makassar. (Dok. PSM)
JawaPos.com — Yuran Fernandes tengah berada di titik terpanas sepanjang kariernya bersama PSM Makassar. Bek jangkung asal Tanjung Verde itu kini santer didesak out oleh suporter setia Juku Eja usai rentetan performa yang dinilai jauh dari standar terbaiknya.
Sorotan tajam kembali mengarah kepadanya setelah PSM Makassar dilumat Persijap Jepara pada lanjutan Super League 2025/2026, Sabtu, 24 Januari 2026.
Dalam laga tersebut, Yuran Fernandes yang biasanya tampil beringas justru dianggap melempem dan kehilangan ketegasan.
Dua gol yang bersarang ke gawang PSM Makassar disebut suporter berawal dari kesalahan Yuran Fernandes. Situasi itu memicu gelombang kekecewaan yang tumpah di kolom komentar media sosial resmi klub.
Baca Juga: Reza Pratama Sebut PSM Makassar Siap Hadapi Laga Tandang Lawan Persijap Jepara di Super League
Dengan nada kecewa, sejumlah suporter meminta manajemen segera mengevaluasi sang bek. Bahkan, tidak sedikit yang secara terbuka meminta Yuran Fernandes angkat kaki dari Makassar.
“Dengan berat hati, maaf sepertinya sudah saatnya, Yuran Out,” tulis salah satu suporter PSM Makassar. Komentar lain menyebut Yuran Fernandes melakukan blunder beruntun dalam tujuh pertandingan terakhir.
Tagar #YURANOUT pun ramai menghiasi kolom komentar unggahan hasil laga kontra Persijap Jepara.
Ada pula suporter yang menilai gol pertama dan kedua lawan terjadi karena Yuran Fernandes hanya melihat bola dan gagal membuangnya saat menguasai.
Tekanan dari tribun membuat masa depan Yuran Fernandes di PSM Makassar kembali dipertanyakan. Padahal, ia pernah menjadi anak kesayangan Bernardo Tavares dan sosok vital di lini belakang Juku Eja.
Di bawah tangan dingin Bernardo Tavares, Yuran Fernandes menjelma menjadi bek garang yang ditakuti lawan. Kebersamaan keduanya bahkan berujung manis dengan gelar juara Super League 2022/2023.
Baca Juga: Bali United Tumbangkan PSM Makassar, Berikut Fakta Menarik Mirza Mustafic dan Thijmen Goppel
Namun sepak bola selalu bergerak dinamis dan performa terkini sering menjadi penentu utama. Kondisi inilah yang membuka peluang bagi klub lain untuk memanfaatkan situasi, termasuk Persebaya Surabaya.
