
Mobil Red Bull milik Max Verstappen di GP Tiongkok. (Dok. Instagram/@maxverstappen1)
JawaPos.com – Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, mengakui kalau timnya sekarang menjadi bagian dalam persaingan di papan tengah usai menjalani balapan yang sulit di GP Jepang.
Pada balapan yang berlangsung di sirkuit Suzuka pada Minggu (29/3) waktu setempat, Verstappen hanya mampu finish di posisi ke-8, usai kesulitan menyalip Pierre Gasly dari Alpine pada putaran terakhir.
Hal ini tentunya menjadi pemandangan langka bagi Verstappen, yang dalam beberapa tahun terakhir selalu menghiasi papan atas. Ia sebelumnya menjadi juara dunia empat kali beruntun, dan menjadi runner-up tahun lalu dengan selisih 2 poin dari Lando Norris yang menjadi juara dunia.
Red Bull Racing yang memproduksi mesinnya sendiri sejak tahun ini, mengawali musim dengan sangat buruk. Max Verstappen maupun Isaac Hadjar masih belum menginjakkan kaki di podium musim ini.
Verstappen yang selalu meraih pole position dan juara di empat gelaran GP Jepang terakhir, bahkan gagal menembus Q2 pada sesi kualifikasi. Hal tersebut membuat pembalap asal Belanda tersebut harus bekerja ekstra keras saat balapan, hanya untuk meraih poin di sirkuit Suzuka yang dulu ia dominasi.
Melansir situs resmi Formula 1, Max Verstappen mengakui kalau timnya saat ini berada di posisi yang tidak mereka inginkan. Ia bahkan menambahkan kalau Red Bull saat ini berada di persaingan papan tengah, ketimbang bersaing dengan tim seperti Mercedes, Ferrari, atau McLaren di papan atas.
“Ya, tentunya bukan hal yang negatif jika dibandingkan dengan Alpine yang musim ini tampil sangat baik. Bagi kami, tentunya ini bukanlah posisi yang kami inginkan. Saat ini saya merasa jika kami berada di persaingan papan tengah, ketimbang melawan tim-tim yang berada di papan atas,” ucap Verstappen saat sesi wawancara pasca balapan yang dikutip oleh situs resmi Formula 1.
Pekerjaan berat menanti seluruh personel tim Red Bull di pabrik mereka yang terletak di Milton Keynes, Inggris. Pasukan banteng merah harus bekerja ekstra keras untuk mengembalikan performa mobil mereka seperti beberapa tahun silam, sebelum balapan Formula 1 kembali berlangsung pada April mendatang di GP Miami.
