
Santri Lirboyo menjadi giliran pertama yang dijemput untuk pulang kampung selama libur Ramadhan pada 29 Januari. (Dishub untuk Jawa Pos)
JawaPos.com-Sejumlah pondok pesantren di beberapa daerah di Jawa Timur mulai libur Ramadhan. Pemkab Gresik pun mulai memfasilitasi penjemputan kepulangan para santri.
Sejauh ini baru 10 ponpes yang mengajukan penjemputan. Seperti biasa, menjelang Bulan Suci Ramadhan, para santri akan pulang kampung. Karena jumlahnya ribuan, Pemkab memberikan fasilitas penjemputan dari ponpes hingga ke Gresik.
“Yang pertama kemarin 29 Januari sudah ada yang pulang dari ponpes Lirboyo. Tapi skala kecil, 23 santri,” ucap Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Taufik.
Lalu penjemputan kedua rencana dilakukan pada Kamis (5/2) ke Ponpes Sidogiri Putri sebanyak 79 santri. Taufik menyebut sejauh ini baru ada permohonan penjemputan yang dikirimkan dari 10 ponpes ke Dishub Gresik, dengan total 518 santri.
Biasanya, imbuh Taufik, fasilitas penjemputan santri bisa menyasar hingga 2.500 orang. Karena itu, saat ini Dishub masih menunggu pengurus ponpes mengajukan permohonan untuk penjemputan.
“Biasanya kami buka fasilitas sampai menjelang lebaran. Karena akan berlanjut terus,” imbuh Taufik.
Fasilitas tidak hanya penjemputan, setelah usai libur puasa, para santri kembali mendapat fasilitas pengantaran ke ponpes masing-masing. “Armada sudah siap semua. Ada bus besar untuk ponpes dengan santri banyak dan ada mini bus untuk santri yang sedikit,” kata Taufik.
Pemkab Gresik juga memberikan subsidi tiket bagi para santri yang pulang ke Bawean. Nominalnya Rp 70 ribu per santri. Sehingga jika normalnya membayar Rp 200 ribu, kini cukup membayar Rp 130 ribu.
“Kemarin sudah ada yang pulang ke Bawean 16 orang. Penjemputan kedua ini nanti yang ke Bawean ada 73 orang,” tandas Taufik.
