Dua jenazah ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, dalam kurun waktu 3 hari. (Dokumentasi Radar Malang)
JawaPos.com - Warga Kepanjeng, Kabupaten Malang, digegerkan dengan penemuan dua jenazah di sekitar Bendungan Sengguruh dalam kurun waktu tiga hari, yakni Jumat (20/2) hingga Minggu (22/2).
Dua jenazah tersebut yakni seorang bayi perempuan dan seorang bocah laki-laki yang sebelumnya dilaporkan hanyut. Kabar ini dikonfirmasi oleh Kapolsek Kepanjen, Kompol Subijanto.
Penemuan jenazah pertama terjadi pada Jumat (20/2) sekitar pukul 13.42 WIB. Jenazah ditemukan di antara tanaman eceng gondok di aliran Sungai Lesti yang masuk ke Bendungan Sengguruh.
Setelah berhasil diidentifikasi, jenazah merupakan Ockta Puji Raharjo, laki-laki, 13 tahun bernama, warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang dilaporkan hilang terseret arus irigasi pada 17 Februari 2026.
Jenazah Octa berhasil diidentifikasi melalui pencocokan sidik jari dan cap tiga jari pada ijazah korban. Saat ini, jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman dan dimakamkan pada Sabtu pagi (21/2).
Sehari setelah jenazah Octa teridentifikasi, lagi-lagi warga Kepancen dihebohkan sengan penemuan mayat di Bendungan Sengguruh pada Minggu (22/2), sekitar pukul 07.00 WIB. Kali ini adalah seorang bayi perempuan.
Jenazah bayi ditemukan di sisi utara bendungan
”Pelapor mendapat informasi dari warga terkait temuan yang diduga mayat bayi di tepi bendungan,” ucap Kompol Subijanto, dikutip dari Radar Malang Jawa Pos Group, Senin (23/2).
Petugas Polsek Kepanjen bersama warga sekitat bergegas menuju lokasi, yakni di area sandaran kapal milik Perum Jasa Tirta I. Jenazah bayi dengan panjang tubuh sekitar 34 centimeter tersebut langsung dievakuasi oleh petugas.
Polisi belum dapat memastikan usia bayi saat meninggal, karena hingga kini masih Dalam pemeriksaan di Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan ”Untuk perkiraan usia harus menunggu keterangan medis. Kasus ini masih kami dalami,” tegasnya. (*)
