Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 April 2026, 03.38 WIB

Digitalisasi Parkir Surabaya Diprotes Jukir, Eri Cahyadi: Nggak Mau Nurut Diganti!

Ilustrasi petugas Dishub Surabaya melakukan sosialisasi parkir digital ke jukir. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Ilustrasi petugas Dishub Surabaya melakukan sosialisasi parkir digital ke jukir. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menertibkan sistem parkir dengan beralih ke digital, menuai pro dan kontra di masyarakat, terutama dari kalangan juru parkir (jukir).

Sosialisasi parkir digital yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya pun diwarnai aksi protes dan viral di media sosial, seperti yang terjadi di Jalan Manyar Kertoarjo V, Kecamatan Gubeng.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh juru parkir (jukir) untuk mengikuti aturan baru, termasuk melakukan aktivasi rekening untuk pembagian hasil pendapatan parkir.
 
Jika ada jukir yang tetap menolak, pihaknya tidak segan untuk melakukan pergantian personel. "Kalau tetap tidak mau (aktivasi rekening), ya diganti," tegas Eri di Surabaya, Kamis (9/4).

Ia menegaskan digitalisasi parkir bertujuan menguntungkan juru parkir sekaligus meningkatkan transparansi. Pemkot Surabaya juga mengubah skema bagi hasil agar lebih adil dan signifikan dibanding sebelumnya.

“Dulu 20 persen untuk jukir dan 80 persen masuk ke kas Pemkot. Sekarang 40 persen untuk jukir dan 60 persen ke Pemkot. Ini dilakukan agar transparan dan menghilangkan prasangka kalau ada uang tidak tersalurkan dengan benar," terangnya.

Menanggapi penolakan sejumlah juru parkir terkait aktivasi rekening, Wali Kota Eri menegaskan bahwa seluruh lahan parkir merupakan aset negara yang harus dikelola sesuai aturan yang berlaku.

Ia memastikan Pemkot Surabaya bersama Forkopimda akan turun tangan menertibkan pihak-pihak yang menghambat kebijakan tersebut, termasuk oknum yang menggunakan cara-cara premanisme.
 
Selain pembayaran non-tunai di lokasi tertentu, Pemkot Surabaya juga menggalakkan parkir berlangganan agar warga dapat menikmati layanan lebih nyaman tanpa terbebani pungutan liar melebihi tarif resmi.

"Jangan buat Surabaya tidak berbobot dengan modal preman-preman. Kita akan turun dengan tim anti-preman. Parkir non-tunai ini keinginan warga Surabaya. Siapa yang tinggal di Surabaya, hormati keinginan warga," pungkas Eri. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore