Unit bus PO Neo Trans, melayani perjalanan dari Makassar ke Parepare. (Redbus)
JawaPos.com - Perjalanan darat dari Makassar ke Parepare masih menjadi pilihan favorit banyak orang di Sulawesi Selatan. Selain jaraknya relatif dekat, sekitar 150 kilometer, rute ini juga menghubungkan dua karakter kota yang kontras namun saling melengkapi: Makassar yang metropolitan dan Parepare yang kecil, sibuk, sekaligus strategis sebagai kota transit dan pelabuhan.
Dalam kondisi lalu lintas normal, perjalanan Makassar–Parepare umumnya ditempuh dalam waktu 3–4 jam. Jalan Trans-Sulawesi yang semakin baik, ditambah beberapa ruas tol, membuat perjalanan terasa lebih lancar.
Di sepanjang perjalanan, penumpang juga disuguhi pemandangan pesisir, perkampungan, hingga denyut ekonomi lokal yang hidup.
Bagi kamu yang sedang merencanakan perjalanan, berikut rangkuman lima moda transportasi andalan penumpang Makassar–Parepare yang dikenal nyaman, rutin beroperasi, dan mudah diakses.
1. DAMRI, Pilihan Ekonomis dan Terjadwal Rapi
DAMRI menjadi salah satu moda favorit bagi penumpang yang mengutamakan harga terjangkau dan jadwal yang jelas. Bus DAMRI melayani rute Makassar–Parepare dari Agen DAMRI Toddopuli menuju Agen DAMRI Parepare Mallusetasi.
Dengan tarif sekitar Rp 75 ribu, DAMRI cocok untuk mahasiswa, pekerja, maupun penumpang umum yang ingin perjalanan praktis tanpa ribet. Armada yang digunakan tergolong standar namun cukup nyaman untuk perjalanan menengah, dengan waktu tempuh relatif stabil.
2. PO Litha & Co, Bus Legendaris dengan Layanan Premium
Nama PO Litha & Co sudah lama dikenal di Sulawesi Selatan. Untuk rute Makassar–Parepare, bus ini berangkat dari Terminal Regional Daya Makassar dan melintasi kawasan Lumpue serta sekitarnya.
Dengan harga tiket sekitar Rp 220 ribu, Litha menyasar penumpang yang menginginkan kenyamanan ekstra. Armada busnya dikenal lega, bersih, dan cocok untuk perjalanan jarak menengah tanpa banyak berhenti.
3. PO Neo Trans, Alternatif Nyaman dengan Rute Berbeda
PO Neo Trans menawarkan rute Makassar–Parepare melalui Wajo dan Ujung Bulu. Jalur ini kerap dipilih penumpang yang ingin menghindari titik-titik tertentu yang rawan padat.
Tarif sekitar Rp 155 ribu membuat Neo Trans berada di kelas menengah, seimbang antara harga dan kenyamanan. Bus ini cukup populer di kalangan pekerja dan pelaku perjalanan rutin antar kota.
4. PO Borlindo, Andalan Jalur Tamalanrea
