PROTES KERAS: Sean Strickland menyatakan sistem pembayaran atlet UFC eksploitatif. (UFC)
JawaPos.com-Mantan juara kelas menengah UFC, Sean Strickland menyebut struktur pembayaran perusahaan tersebut sebagai "predator" sebelum pertarungan utama yang ia menangkan melawan Anthony Hernandez di UFC Fight Night, pada Minggu (22/2).
Dalam wawancara pra-pertandingan dengan Complex, Strickland yang akan tampil untuk ke-24 kalinya di atas Octagon, meremehkan signifikansi langkah UFC baru-baru ini untuk meningkatkan bonus pertarungan menjadi USD 100 ribu naik dari USD 50 ribu.
Tak sampai disitu, petarung kontroversial asal Amerika Serikat itu juga menyerang kompensasi petarung secara keseluruhan yang dianggap “tidak adil” dan bersifat eksploitatif.”
"Soal skala bayaran, jika dibandingkan dengan acara olahraga lainnya, UFC adalah yang paling kacau. Bayaran atlet dibandingkan dengan apa yang (UFC) hasilkan, tidak ada argumen yang bisa membantah. Itu tidak adil. Itu bersifat eksploitatif," kata Strickland. "Saya hanya ingin agar hal itu (masalah bayaran kompensasi) setara dengan acara olahraga lainnya," tambahnya
Dia membandingkan dengan acara olahraga lainnya, dan memandant seharusnya atlet UFC mendapatkan lebih banyak.
“Katakanlah (seperti pertandingan) NFL (liga sepak bola Amerika) memberikan 70 persen dari keuntungannya, ini hanya contoh kepada para pemainnya. UFC seharusnya melakukan hal yang sama."
Tidak ada perjanjian tawar-menawar kolektif atlet di UFC, karena para petarung menegosiasikan kontrak secara independen.
UFC juga telah berulang kali membela rekam jejaknya dalam hal kompensasi kepada petarung-petarungnya, sambil menunjukkan keberadaan liga lain bagi para atlet untuk berkompetisi terkait bayaran jika mereka mau.
Strickland yang memang dikenal sebagai sosok kontroversial di dunia MMA, mengatakan ia percaya bakat Amerika pada akhirnya akan habis karena kurangnya bayaran yang adil dibandingkan hasil keseluruhan yang didapat promotor sebesar UFC. Sejauh ini, atlet UFC hanya mendapatkan bagian sekitar 30 persen dari penghasilan dalam pertarungan.
Ia berpendapat bahwa jika ada yang menolak pertarungan karena keberatan dengan bayaran mereka, UFC akan menemukan orang lain yang bersedia menerima bayaran lebih rendah. Kenyataan itu mendukung pernyataan Strickland yang menyebut UFC eksploitatif.
"Anda (jajaran media) perlahan akan melihat jajaran pemain (petering) Amerika (regenerasinya akan) mati karena, seperti (bayaran yang) dialihdayakan ke pihak luar," seru petarung bertinggi badan 185 cm itu. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
