Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Oktober 2025, 12.47 WIB

BMKG Kertajati Kumpulkan Data Fenomena Suara Dentuman Keras di Cirebon

Cuplikan video viral terkait fenomena suara dentuman keras disertai kemunculan bola api yang diduga meteor di langit Cirebon, Minggu (5/10). (Fathnur Rohman/Antara) - Image

Cuplikan video viral terkait fenomena suara dentuman keras disertai kemunculan bola api yang diduga meteor di langit Cirebon, Minggu (5/10). (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati mengumpulkan data terkait suara dentuman keras disertai bola api terang di Cirebon, pada Minggu (5/10) malam. Benda itu diduga meteor.

Kepala Tim Kerja Prakiraan Data dan Informasi BMKG Kertajati Muhammad Syifaul Fuad mengatakan, pihaknya masih melakukan pengumpulan data awal terkait fenomena tersebut. Dari sisi meteorologi, suara dentuman dapat disebabkan beberapa faktor seperti sambaran petir, aktivitas gempa bumi, atau peristiwa longsor.

Namun, kata dia, kondisi cuaca di wilayah Cirebon dan sekitarnya saat kejadian dinyatakan cerah berawan.

”Biasanya suara ledakan atau getaran bisa muncul dari awan konvektif akibat sambaran petir. Berdasarkan citra satelit, tidak ada indikasi awan konvektif di sekitar wilayah Cirebon saat kejadian,” ujar Muhammad Syifaul Fuad seperti dilansir dari Antara.

Fuad menegaskan hingga kini belum mencatat, adanya aktivitas cuaca ekstrem atau fenomena meteorologis yang signifikan di wilayah tersebut. Selain itu, hasil pantauan pun belum menunjukkan adanya aktivitas getaran yang signifikan di wilayah Cirebon.

Pada dasarnya, kata dia, fenomena yang berkaitan dengan meteor merupakan kewenangan lembaga yang membidangi antariksa. Pihaknya tidak memiliki instrumen khusus, untuk mendeteksi pergerakan meteor atau benda langit.

”Terkait fenomena meteor atau benda antariksa merupakan kewenangan lembaga yang membidanginya seperti BRIN,” tutur Muhammad Syifaul Fuad.

BMKG terus memantau perkembangan informasi dari berbagai sumber, termasuk laporan masyarakat, untuk memastikan fenomena yang terjadi di wilayah Cirebon tersebut.

Dari data yang dihimpun, fenomena tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB pada Minggu (5/10) di beberapa kecamatan di Cirebon bagian timur. Terutama di kawasan Lemahabang. Sejumlah warga melaporkan melihat bola api melintas cepat sebelum menghilang di kejauhan, serta mendengar suara dentuman keras.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore