Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Oktober 2025, 20.26 WIB

Viral Pernikahan Mewah Berujung Tipu-tipu di Pacitan: Kasih Mahar Besar Eh Ternyata Cek Palsu

Tarman, pengantin viral dengan mahar Rp 3 miliar saat ijab kabul. (Instagram @feedgramindo). - Image

Tarman, pengantin viral dengan mahar Rp 3 miliar saat ijab kabul. (Instagram @feedgramindo).

JawaPos.com - Cinta sejati mungkin tak mengenal usia, tapi kisah asmara antara Tarman (74) dan Shela Arika (24) ini membuktikan satu hal lain: kadang yang lebih tua bukan berarti lebih bijak. 

Pernikahan mereka di Dusun Sidodadi, Desa Jeruk, Pacitan, Jawa Timur l, yang sempat jadi buah bibir karena mewah dan penuh sensasi, ternyata menyimpan drama penipuan yang bikin geleng-geleng kepala.

Semula, semua tampak sempurna. Video ijab kabul keduanya beredar luas di media sosial lengkap dengan pelaminan megah, gaun pengantin berkilau, tamu undangan ramai, dan mahar yang bikin heboh, cek Rp 3 miliar ditambah seperangkat alat salat. 

Bahkan, para tamu tak perlu repot membawa amplop. Mereka justru pulang dengan uang Rp 100 ribu per orang, seolah sedang menghadiri pesta selebriti, bukan hajatan kampung.

Namun kemewahan itu tak bertahan lama. Belakangan terungkap bahwa cek Rp 3 miliar tersebut palsu. Sang mempelai pria, Tarman, menghilang tanpa jejak usai acara, meninggalkan sang pengantin wanita yang kini hanya bisa menatap kosong nasib cintanya. 

Parahnya lagi, motor milik Shela raib dibawa kabur, sementara mobil yang digunakan dalam acara pernikahan ternyata mobil rental yang sudah digadaikan Rp 50 juta untuk menutupi biaya pesta.

Kisah ini pun viral di berbagai platform media sosial. Warganet ramai membicarakannya: ada yang kasihan, ada pula yang sinis. 

“Zaman sekarang, pesta lebih mahal dari kejujurannya,” tulis seorang pengguna di kolom komentar. 

Ada juga yang menyebutnya 'drama cinta paling absurd tahun ini', lengkap dengan meme dan remix video yang menambah panjang umur viralnya cerita ini.

Lebih dari sekadar gosip, kasus ini membuka kembali perbincangan tentang fenomena pencitraan di era digital. Banyak orang berlomba-lomba menampilkan kehidupan “sempurna” di depan kamera, meski di balik layar penuh kebohongan dan utang.

Banyak pihak menilai, fenomena seperti ini mencerminkan budaya gengsi digital, di mana status sosial di media sosial dianggap lebih penting daripada kenyataan hidup itu sendiri.

Namun yang jelas, kisah Tarman dan Shela mungkin akan cepat berlalu dari linimasa, tapi pesannya tetap menampar: di zaman di mana semua bisa dipoles dengan filter dan caption manis, kejujuran justru menjadi barang langka.

Kadang, yang viral memang bukan kisah cinta sejati, tapi cinta palsu yang dikemas dengan lighting bagus dan mahar palsu Rp 3 miliar.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore