Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Oktober 2025, 20.06 WIB

Temuan Bersejarah Berupa Fosil hingga Artefak di Nganjuk Diserahkan ke Menteri Kebudayaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima benda bersejarah berupa fosil hingga artefak dari Kabupaten Nganjuk. (Kementerian Kebudayaan) - Image

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima benda bersejarah berupa fosil hingga artefak dari Kabupaten Nganjuk. (Kementerian Kebudayaan)

JawaPos.com-Berbagai sejumlah temuan sejarah dan kebudayaan ditemukan di wilayah Nganjuk, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Temuan tersebut berupa bahan seperti fosil hingga artefak penting dari Desa Tritik.

Yakni, dua warangka (sarung keris), produk dupa dari pohon kemenyan putih, dua batu berlian meteorit jenis lonsdaleite, wayang timplong bergambar tokoh Dewi Sekartaji, serta bahan paparan proposal pengembangan kawasan budaya Nganjuk. 

Temuan-temuan tersebut telah diserahkan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Museum Nasional Jakarta. Kesempatan tersebut juga turut dihadiri selebriti Marcella Zalianty dan Olivia Zalianty.

Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo menyampaikan, wilayah Hujan Tritik di Nganjuk bagian utara menyimpan banyak potensi arkeologis dan geologis. Termasuk fosil hewan purba seperti Stegodon, peralatan batu prasejarah, serta fosil pohon kemenyang putih.

Menurut dia, temuan tersebut menjadi bukti nyata adanya jejak peradaban kuno di kawasan tersebut. 

“Temuan-temuan itu menjadi bukti bahwa wilayah kami menyimpan warisan sejarah penting yang perlu dijaga bersama,” kata Gunawan lewat keterarangan tertulis yang diterima Jawa Pos, Jumat (10/10).

Keputusan relokasi tersebut juga berdasar pertimbangan lain seperti latar belakang sejarah kawasan Candi Lor yang relevan dengan identitas Anjuk Ladang. Saat ini, Musem Anjuk Ladang berstatus museum umum karena memiliki koleksi yang memadai.

Dan, berpotensi untuk naik level menjadi museum tipe A. Disporabudpar Kabupaten Nganjuk juga tengah mendampingi pembangunan Museum Prasejarah di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso yang akan menjadi museum khusus bertema prasejarah.

Proses penataan museum ini dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Geologi untuk memastikan akurasi ilmiah dalam penyajian koleksi dan narasi. Saat ini diketahui bahwa kabupaten Nganjuk baru memiliki tiga museum. Yaitu, Museum Anjuk Ladang, Museum Dr. Sutomo, dan Museum Jenderal Besar Sudirman.

“Saya mengapresiasi semangat masuarakat Nganjuk yang berupaya melestarikan sejarah dan kebudayaan,” ujar Faldi.

Pasalnya, fosil, artefak maupun temuan bersejarah lainnya memiliki nilai yang tak terhingga bagi identitas bangsa. “Jadi, tidak hanya berharga bagi daerah, tapi pemahaman kita tentang sejarah peradaban Nusantara,” papar Fadli. 

Bahkan, dia juga menyoroti potensi ekonomi kreatif dan pendidikan dari artefak serta budaya lokal Nganjuk. Contohnya, wayang timpling dan produk turunan kemenyan putih yang bisa dikembangkan dalam konteks diplomasi budaya dan pariwisata berbasis warisan lokal. 

“Kami akan mendukung pengembangan museum dan program edukasi yang berakar pada budaya lokal agar nilai-nilai sejarah dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” jelas Fadli. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore