Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Oktober 2025, 22.48 WIB

Viral! Pajero Berpelat Dinas Polisi Bunyikan Tot Tot Wok Wok di Flyover Pasopati Bandung, Propam: Bukan Anggota Polri

Sopir mobil Pajero berpelat dinas polisi tampak membunyikan “Tot Tot Wok Wok” saat kemacetan parah di flyover Pasopati, Bandung. (X: @Catatan_Ali7) - Image

Sopir mobil Pajero berpelat dinas polisi tampak membunyikan “Tot Tot Wok Wok” saat kemacetan parah di flyover Pasopati, Bandung. (X: @Catatan_Ali7)

JawaPos.com-Warga Bandung dibuat geger oleh ulah sopir mobil Pajero berpelat dinas polisi. Sebab, sang sopir membunyikan Tot Tot Wok Wok saat kemacetan parah di flyover Pasopati, Bandung.

Hal ini diunggah akun X @Catatan_Ali7. Parahnya lagi, tampak pada video bahwa sang sopir juga tak mengenakan seat belt

“Macet-macet,” ujar warga.

“Hayang diviralin ya? nggak usah kayak gitu,” ucap sopir sembari membuka kaca depan mobil.

Melihat penggunaan pelat dinas kepolisian, Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri, mengklarifikasi bahwa pengemudi Pajero tersebut bukan anggota Polri.

“Terkait kejadian tersebut dapat kami klarifikasi, pengemudi Pajero hitam berpelat Polri tersebut bukan anggota Polri,” kata Divpropam melalui akun X resminya, @divpropam seperti dikutip pada Minggu (19/10).

Mereka mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap pelat tersebut. Hasilnya, pelat nomor 1253-04 itu palsu dan tak terdaftar di data base Polri.

Kendaraan Pajero beserta sopir di dalamnya juga telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Langkah ini dilakukan guna menjaga kenyamanan pengguna jalan & mencegah penyalahgunaan atribut kepolisian,” tutur Divpropam.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho telah memutuskan untuk membekukan penggunaan strobo patwal dalam rangkaian kendaraan dinas yang digunakan. Hal ini menyusul riuhnya gerakan penggunaan stop strobo patwal Tot Tot Wuk Wuk beberapa waktu lalu yang dinilai mengganggu.

“Semua masukan masyarakat itu hal positif untuk kita dan ini saya evaluasi. Dan bahkan saya (sebagai) kakorlantas saya bekukan untuk pengawalan menggunakan suara-suara itu karena ini juga masyarakat terganggu,” terang Agus. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore