
Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa hadir di ajang pameran misi dagang Jatim-Sulteng di Palu, senin (20/10/2025). (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Misi dagang dan investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, berhasil menembus transaksi senilai Rp 1.542.632.334.000 alias Rp 1,5 triliun.
Capaian ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan misi dagang Jatim-Sulteng pada Februari 2022 lalu, yakni senilai Rp 104,92 miliar. Artinya ada peningkatan sebanyak 14 kali lipat.
"Alhamdulillah, saat ditutup, total transaksi mencapai Rp 1,542 triliun. Tercatat Jatim menjual Rp 1,297 triliun lebih dan membeli dari Sulteng senilai Rp 245,09 miliar," tutur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin (20/10).
Ia menyebut misi dagang antara Jatim-Sulteng ini menjadi pelaksanaan kesembilan selama 2025. Bagi Khofifah, misi dagang merupakan starting point dalam membangun penguatan bersama di semua sektor.
"Dan capaian fantastis kali ini (misi dagang Jatim-Sulteng) menjadi bukti tingginya potensi ekonomi dari seller dan buyer dari kedua provinsi," imbuh gubernur perempuan pertama di Bumi Majapahit ini.
Dalam misi dagang kali ini, Pemprov Jatim membawa sejumlah komoditas unggulannya. Meliputi bahan bangunan, benih tanaman hortikultura, susu dan olahan daging, daging sapi, pakan ikan, dan pakan udang.
Kemudian daging ayam dan karkas ayam, mesin las serta mesin pengurai sabut kelapa, buah apel dan jeruk, Beras dan tepung mocaf, gula merah (brown sugar), dan alat-alat olahraga.
Lebih lanjut, berdasarkan data perdagangan antara wilayah Jawa Timur dengan seluruh Provinsi 2022, total nilai Perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp 4,693 triliun.
Angka tersebut meliputi nilai bongkar (beli dari Sulawesi Tengah) sebesar Rp 1,357 triliun dan nilai muat (jual ke Sulawesi Tengah) sebesar Rp 3,336 triliun.
"Jadi kalau dilihat dari neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Sulawesi Tengah, kita masih surplus sebesar Rp 1,978 triliun," lanjut Khofifah.
Lima komoditas paling laris yang dijual Jatim ke Sulteng, di antaranya motor dan generator DC berdaya ≤37,5 watt (29,85 %), tembakau dan produk pengganti tembakau (22,17%), juga ubin dan paving keramik (12,55%).
"Lalu lori crane dan mobil derek (8,99%), serta trailer dan semi-trailer lainnya (4,50%). Secara keseluruhan, lima komoditas ini berkontribusi sebesar 78 persen terhadap total penjualan Jatim ke Sulteng," jelasnya.
Sementara itu, 5 komoditas terbesar dari Sulteng yang dibeli oleh Jatim, di antaranya tanaman bahan wewangian, farmasi, dan insektisida (91,52%), kakao (1,91%), dan kayu gelondongan non-konifera (1,88%).
Kemudian barang dari plastik untuk pengemasan (1,77%) dan buah-buahan tropis dan subtropis (1,74%). Kelima komoditas ini menyumbang 97,6 persen dari total pembelian Jawa Timur.
"Banyak potensi-potensi yang kita temui di dalam misi dagang ini, sehingga kerja sama antar dinas dan antar gubernur ini penting untuk bisa kita tindaklanjuti. Terima kasih kepada seluruh pelaku usaha yang berkontribusi," pungkas Khofifah.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
