Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Oktober 2025, 00.41 WIB

Ini Alasan KDM Tegas ke Perusahaan Air Mineral hingga Pertambangan di Jawa Barat

Dedi Mulyadi Sidak Pabrik Air Mineral di Subang, Bongkar Fakta Mengejutkan soal sumber air yang ternyata diambil dari sumur bor. (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel) - Image

Dedi Mulyadi Sidak Pabrik Air Mineral di Subang, Bongkar Fakta Mengejutkan soal sumber air yang ternyata diambil dari sumur bor. (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM cukup tegas ke sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Bukan untuk menghancurkan iklim investasi dan ekosistem bisnis, tapi ada tujuan sangat mulia di balik keputusannya.

"Mungkin banyak orang yang bertanya pada saya, apa sih yang ingin dilakukan oleh Kang Dedi datang ke perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan air mineral? Kemudian juga apa sih yang ingin dilakukan sehingga sangat tegas dengan urusan pertambangan, urusan mobil-mobil dengan muatan dan tonase melebihi kapasitas," kata Dedi Mulyadi dalam video diunggah di Instagram.

Sebagai orang nomor satu di wilayah Jawa Barat, dia menegaskan punya tanggung jawab besar untuk memastikan adanya keseimbangan antara perusahaan-perusahaan dengan kepentingan warga sekitar. 

Keseimbangan dimaksud yaitu adanya dampak positif yang dirasakan masyarakat sekitar perusahaan.

Misalnya terciptanya kesejahteraan dengan direkrutnya mereka jadi karyawan perusahaan dan adanya lingkungan yang baik.
 
"Manakala ada perusahaan air mineral di situ, maka rakyat di situ harus memiliki kecukupan air. Rakyatnya harus bisa bekerja, jalannya harus bagus, para petaninya tidak boleh kekurangan air dalam setiap waktu, agar tumbuhnya industri membangun rasa kesejahteraan bagi lingkungan," ungkap KDM.

Dedi Mulyadi tidak mau keberadaan perusahaan justru berdampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Misalnya, masyarakatnya tidak mendapat kesempatan bekerja di sana, kemiskinan tinggi, lingkungan rusak, dan lain-lain. 

"Kalau ada pabrik, maka pabriknya harus memberikan rasa nyaman bagi lingkungannya. Warganya harus bekerja, lahir anak-anak dengan pendidikan yang baik sehingga mereka bisa menjadi kelas menengah, jadi manajer di perusahaan-perusahaan," ungkapnya.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan punya tanggung jawab tidak langsung kepada warga sekitar untuk menyediakan akses pendidikan yang baik hingga bangku perguruan tinggi.

"Dananya dari mana? Didapat dari pajak perusahaan, sehingga anak-anak yang punya kualitas bisa kuliah sampai pendidikan tinggi," ungkapnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore