Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Oktober 2025, 04.43 WIB

Polres Situbondo Selidiki Penyebab Ambruknya Atap Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani

Polres Situbondo Selidiki Penyebab Ambruknya Atap Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani. (Dokumentasi Radar Situbondo) - Image

Polres Situbondo Selidiki Penyebab Ambruknya Atap Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani. (Dokumentasi Radar Situbondo)

JawaPos.com - Dunia pesantren kembali berduka. Luka atas tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo yang menewaskan 63 santri belum sepenuhnya pulih, kini musibah serupa terjadi di Situbondo.

Atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Salafiah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Dusun Rawan, Besuki, Kabupaten Situbondo, tiba-tiba ambruk saat santriwati beristirahat, Rabu (29/10) sekitar pukul 01.00 WIB. 

Insiden tersebut memakan satu satu korban jiwa, yakni santriwati bernama Putri Hemilia, warga Dusun Rawan, Desa Blimbing, Besuki. Sementara belasan santriwati dilaporkan mengalami luka-luka.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menyelidiki kasus ambruknya atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Syalafiah Syafi'iyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani. 

"Masih proses lidik dengan tetap memperhatikan situasi Ponpes (Syekh Abdul Qodir Jaelani) yang masih berkabung dan proses recovery para korban," tutur AKP Agung ketika dikonfirmasi, Kamis (30/10).

Ketika ditanya mengenai berapa jumlah dan latar belakang saksi yang sudah dipanggil, AKP Agung belum bisa membeberkan lebih lanjut. Ia kembali menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. 

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satrio Nurseno menyebut atap bangunan Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani, diduga ambruk akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

"Selain itu, ada keretakan pada beberapa bagian bangunan asrama. Keretakan itu dampak dari gempa bumi berkekuatan 5,7 SR yang terjadi di Situbondo pada 25 September 2025," lanjut Satrio.

Di sisi lain, Pengasuh Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani, Kiai Hasan menjelaskan bahwa saat peristiwa tragis tersebut, ada 19 santriwati di kamar pondok. Dari jumlah itu, 14 santriwati mengalami luka ringan.

"Empat dirawat di rumah sakit, dan satu meninggal dunia. Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal,” pungkas Kiai Hasan. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore