Ilustrasi bullying di sekolah.
JawaPos.com – Kasus perundungan yang memilukan di sekolah tak jarang terdengar di masyarakat. Bahkan hingga mendekati pengujung tahun 2025, kasus perundungan terjadi di berbagai daerah.
Sebut saja, kasus perundungan siswi SMP di Muratara, Sumatera Selatan, yang dianiaya teman sekelasnya hingga videonya viral. Lalu ada siswi MTS di Konawe, Sulawesi Tenggara, yang cedera karena kursinya ditarik, hingga siswa SMP di Grobogan, Jawa Tengah, yang tewas diduga akibat perundungan.
Bahkan di Polewali Mandar dan Palopo, Sulawesi, insiden serupa pun mencuat dan menambah daftar panjang kekerasan di lingkungan pendidikan. Fenomena ini menunjukkan kalau perundungan bukan kenakalan remaja, tapi bentuk kekerasan serius yang harus segera ditanggulangi bersama sebelum merusak masa depan anak-akan Indonesia.
Melihat maraknya kasus perundungan, sebuah aplikasi laporan untuk tindangan Bullying pun hadir di sekolah. Yakni Aplikasi Bejakeun, yang diciptakan seorang guru agama di SMPN 43 Bandung, Jawa Barat.
Aplikasi Bejakeun, yang dari bahasa Sunda berarti laporkan, merupakan sebuah inovasi digital yang dirancang untuk mempermudah siswa melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.
Asep Ramdani, mantan Kepala SMPN 43 Bandung, mengatakan, melalui Bejakeun, siswa dapat membuat laporan secara anonim, mengunggah bukti berupa foto atau video, serta mendapatkan informasi edukatif mengenai jenis-jenis perundungan sesuai Permendikbud No. 46 Tahun 2023.
“Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh tim Penanganan dan Pencegahan Tindak Kekerasan (PPTK) sekolah,” ujar Asep baru-baru ini dalam keterangannya.
Bahkan, Bejakeun berhasil tercata sebagai aplikasi dengan sejumlah prestasi. Baik di dalam negeri maupun kancah internasional lewat ajang AIA Healthiest Schools.
Di tingkat nasional, aplikasi ini mengungguli lebih dari 3.000 sekolah di Indonesia. Sedangkan di tingkat Asia Pasifik, meraih AIA Outstanding Mental Wellbeing Award. Aplikasi ini mengalahkan sekolah-sekolah dari delapan negara.
Keberhasilan Bejakeun menjadi bukti bahwa pencegahan perundungan membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik guru, orang tua, dan komunitas. Sekolah harus memiliki kebijakan anti-bullying yang tegas, mengedukasi siswa tentang empati dan komunikasi positif, serta menyediakan dukungan konseling bagi korban maupun pelaku.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
