Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 21.48 WIB

23 Orang Hilang Pasca Banjir dan Longsor di Nduga, Prajurit TNI Dikerahkan Cari Korban

Sisa-sisa banjir dan longsor yang terjadi di Nduga, Papua Pegunungan, pada Sabtu pekan lalu (1/11). Bencana tersebut menyebabkan 15 orang korban yang belum ditemukan sampai hari ini (3/11). (BNPB) - Image

Sisa-sisa banjir dan longsor yang terjadi di Nduga, Papua Pegunungan, pada Sabtu pekan lalu (1/11). Bencana tersebut menyebabkan 15 orang korban yang belum ditemukan sampai hari ini (3/11). (BNPB)

JawaPos.com - Jumlah korban hilang pasca banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, bertambah menjadi 23 orang. Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban hilang dalam bencana tersebut sebanyak 15 orang. Kini jumlahnya bertambah sebanyak 8 orang. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa data terbaru diperoleh dari BPBD Nduga hari ini (4/11). Puluhan korban hilang itu terdiri atas 15 warga dari Distrik Dal dan 8 warga dari Distrik  Yuguru.  

”Sejumlah warga yang hilang diduga hanyut terbawa arus kuat saat menyeberang Sungai Papan,” ungkap Abdul Muhari.

Tidak sendirian, BPBD Kabupaten Nduga mendapat bantuan dari para prajurit TNI dalam proses pencarian korban hilang. selain upaya pencarian korban hilang, petugas di lapangan juga terus mendapat dampak banjir dan longsor yang terjadi Sabtu pekan lalu (1/11). 

”Wilayah terdampak bencana berada di 2 distrik, yaitu Distrik Dal dan Distrik Yuguru. Daerah di Distrik Dal yang diterjang banjir bandang berlokasi di dua kampung, Kampung Dal dan Kampung Silan,” kata Abdul Muhari. 

Berdasar informasi peringatan dini di wilayah Papua, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah. Abdul Muhari menyampaikan, warga bisa memantau secara kontinyu informasi cuaca di wilayah masing-masing dari sumber resmi pemerintah. 

”Sedangkan pemerintah daerah, khususnya BPBD, diharapkan untuk melakukan upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan, seperti diseminasi informasi peringatan dini atau evakuasi warga,” kata dia. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore