Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 18.16 WIB

Hanyut Tersapu Banjir Bandang di Tubing Jalinggo, 3 Mahasiswa UIN Walisongo Tewas dan 3 Hilang

Ilustrasi temuan mayat. (Istimewa). - Image

Ilustrasi temuan mayat. (Istimewa).

JawaPos.com - Kabar duka datang dari UIN Walisongo Semarang. Pada Selasa (4/11), 6 orang mahasiswa dari universitas tersebut menjadi korban saat banjir bandang terjadi di Tubing Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng). Dari 6 korban, 3 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan 3 lainnya dinyatakan hilang. 

Dikutip dari pemberitaan Radar Kudus (Jawa Pos Group) pada Rabu (5/11), banjir bandang terjadi saat 15 mahasiswa UIN Walisongo Semarang  sedang menikmati waktu luang di tengah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Suasana yang semula penuh suka cita mendadak berubah mencekam saat banjir bandung datang dan langsung menyapu para mahasiswa tersebut. 

Sebanyak 6 korban terseret arus. Sementara 9 lainnya berhasil menyelamatkan diri. Menurut Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal Iwan Sulistyo, banjir bandang memang datang mendadak. Dia mengakui, arusnya cukup kuat hingga 6 orang korban terseret dan hanyut terbawa arus.

”Air mendadak meluap dan arus sangat kuat. Enam mahasiswa terbawa arus saat beraktivitas di sungai,” kata dia.

Iwan mengungkapkan bahwa di antara 6 korban, 3 korban bernama Syifa Nadhilah, M. Labib Rizqi, dan Riska Amelia sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah ketiga korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Singorojo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara 3 korban lainnya yang bernama Nabila Yulian Desi, M. Jibril Assyarafi, dan Bima Pranawira dinyatakan hilang. 

BPBD Kendal mengungkapkan bahwa upaya penyisiran dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kendal, Basarnas Semarang, PMI, FRPB, serta relawan masyarakat di sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah hilir. Sementara itu, 9 mahasiswa yang selamat kini dalam kondisi trauma berat dan mendapatkan pendampingan di posko KKN. 

”Mereka hanya duduk terdiam di tepi sungai, menatap arus tanpa bicara. Warga kemudian mengevakuasi mereka,” kata petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Singorojo, Endah. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore