Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 November 2025, 22.39 WIB

Pascabanjir Bandang dan Longsor di Cisolok, Masih Ada Warga Terisolasi

Relawan memberikan layanan kesehatan gratis untuk warga terdampak banjir bandang dan longsor di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/11). (Istimewa)

JawaPos.com - Beberapa rumah di Kampung Pamokoan Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih terisolasi. Penyebabnya, longsor yang melanda kawasan itu pada akhir Oktober lalu. Sehingga, beberapa warga yang terdampak masih ada belum tersentuh bantuan. Pasalnya, akses ke lokasi rumah mereka sangat terbatas akibat longsor. 

Direktur Jaringan Relawan Indonesia CARE Mohammad Syahri menyebut ada sembilan rumah tertimbun longsor pada akhir Oktober lalu. Saat ini sejumlah titik jalan utama nyaris terputus oleh longsor. "Ada warga yang masih terisolasi," ungkap Mohammad Syahri di sela-sela mengikuti Pers Motor Club (PMC) Kampung Pamokoan Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (8/11).  

PMC menggandeng lembaga kemanusiaan Indonesia CARE untuk melihat kondisi terkini dari kampung terdampak longsor di Pamokoan, Desa Sukarame, Cisolok. Sebab, informasinya masiha ada kampung yang terisolasi.

Salah satu yang sulit ditembus kendaraan roda empat adalah kampung Pamokoan Desa Sukarame Kecamatan Cisolok. Tim PMC bersama Indonesia Care sengaja datang ke lokasi untuk menyalurkan bantuan logistik dan pelayanan kesehatan bagi ratusan warga terdampak. 

Sebagian warga tak bisa keluar rumah karena akses jalan yang sulit didatangi langsung oleh tim medis. Tak ayal, tim medis Indonesia CARE melakukan kunjungan dari rumah ke rumah. Ada juga pos pelayanan kesehaatan utama untuk melayani warga yang datang. 

“Bagi kami, kepedulian tidak mengenal cuaca, lokasi, dan jarak. Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan datang dan berbuat semampu kami,” ujar Indri Retno Putranti, salah satu tim medis dari Indonesia CARE. 

Dokter Dindana Caesarea, tim media lainnya mengatakan, dalam kondisi darurat masyarakat sering menunda berobat karena takut akses sulit. Nah, relawan dari lembaga sosial datang untuk memastikan setiap warga tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

“Kami datang bukan hanya membawa obat, tetapi juga membawa semangat kepedulian. Melihat warga tersenyum meski dalam kondisi sulit, itu sudah menjadi energi tersendiri bagi kami,” imbuhnya. 

Ketua Pelaksana Kegiatan PMC Billy Adhyaksa mengatakan, sinergi antara relawan media dan tenaga kesehatan membuktikan bahwa kepedulian bisa datang dari mana saja. "Kami akan terus hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan,” ujar Billy Adhyaksa. 

Selain pelayanan medis, PMC juga menyiapkan pendampingan kesehatan lanjutan serta bantuan logistik ringan bagi masyarakat terdampak bencana. “Kami percaya bahwa gotong royong adalah kekuatan utama kita. Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan terus bergerak,” ujar Billy. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore