
Ilustrasi menanam mangrove menjadi ikhtiar menjaga lingkungan dari bahaya abrasi pantai. (Istimewa)
JawaPos.com-Garis pantai di pesisir Mawali, Bitung, kembali hijau. Sekitar 3.000 bibit mangrove ditanam di kawasan itu pekan lalu, dalam upaya memperkuat benteng alami pesisir.
Hal itu juga sekaligus mengurangi emisi karbon yang terus meningkat akibat perubahan iklim. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan lembaga lingkungan Jejakin, yang memfokuskan kegiatan pada penanaman dan pemantauan keberlanjutan ekosistem mangrove.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, program yang telah berjalan hampir dua tahun ini menjadi langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Lingkungan adalah ruang hidup manusia dan seluruh ekosistem. Menjaganya berarti menjaga masa depan,” ujar Heru Widodo melalui keterangannya.
Menurut data ASDP, lanjut dia, pemantauan terhadap bibit dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup. Jika ditemukan bibit yang gagal tumbuh lebih dari 10 persen, penyulaman akan dilakukan agar tutupan vegetasi tetap optimal.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menambahkan, pendekatan berbasis data digunakan untuk menghitung serapan karbon dan efektivitas kawasan dalam menahan abrasi.
“Prinsipnya bukan hanya menanam, tetapi memastikan tumbuh dan memberi dampak,” tandas Shelvy Arifin.
Sementara itu, General Manager ASDP Bitung Rudy Mahmudi menyebut, keberadaan mangrove di wilayah itu berpengaruh besar terhadap stabilitas pantai dan kehidupan biota laut.
“Mangrove adalah benteng alami. Dia mencegah abrasi, memulihkan habitat, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir, misalnya melalui ekowisata dan perikanan,” kata Rudy Mahmudi.
Dari sisi ekologis, penanaman mangrove juga menjadi bagian dari adaptasi terhadap perubahan iklim. Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan ini mendukung target nomor 13 tentang aksi iklim dan nomor 15 mengenai perlindungan ekosistem daratan.
Selama dua tahun terakhir, ASDP mencatat telah menanam total 6.000 bibit mangrove di tiga lokasi berbeda—Jepara (1.000 bibit, 2023), Kayangan NTB (2.000 bibit, 2024), dan Bitung (3.000 bibit, 2025).
Shelvy berharap program ini bisa menjadi gerakan kolektif lintas sektor. “Menjaga bumi tidak cukup dengan seremoni tanam pohon. Yang penting adalah memastikan ia tumbuh dan menumbuhkan kesadaran bersama,” ungkap Rudy Mahmudi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
