Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 November 2025, 21.19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Perintahkan BNPB Dukung Penanggulangan Longsor di Cilacap, 200 Personel Gabungan Bergerak

Tim gabungan melakukan operasi pencarian dan pencarian dalam bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat (14/11). (BNPB) - Image

Tim gabungan melakukan operasi pencarian dan pencarian dalam bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat (14/11). (BNPB)

JawaPos.com - Musibah longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) menyebabkan 3 korban meninggal dunia dan 20 lainnya hilang. Atas kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan penuh dalam penanggulangan bencana yang terjadi pada Kamis malam (13/11). 

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bakal bertolak langsung ke Cilacap pada sore ini (14/11). Langkah itu dilakukan sesuai dengan arahan dan perintah dari Presiden Prabowo Subianto. BNPB diminta untuk memastikan seluruh penanganan darurat bencana berjalan secara optimal, terpadu, serta menyeluruh. Terutama dalam proses pencarian dan penyelamatan korban.

”Atas arahan Presiden Prabowo Subianto kami langsung berangkat ke sana,” ujar Suharyanto usai mengisi materi Senior Disaster Management Training (SDMT) di Gedung INA DRTG, Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar). 

Deputi Bidang Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB sudah mendapat perintah untuk berangkat lebih awal. Setibanya di lokasi terdampak bencana, jenderal bintang dua tersebut langsung melihat kondisi, memberikan dukungan logistik dan peralatan, serta melakukan koordinasi awal dengan instansi terkait.

”Deputi Bidang Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan sudah hadir di sana hari ini, membawa dukungan logistik dan peralatan,” kata Suharyanto.

Data terakhir yang diterima oleh BNPB menyatakan bahwa masih ada 20 korban yang dinyatakan hilang. Puluhan korban itu diduga tertimbun material longsor. Selain itu, sudah ada 3 orang korban yang berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Dalam proses SAR tersebut tidak kurang dari 200 personel gabungan Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, PMI, TNI, Polri, dan relawan serta masyarakat melakukan operasi SAR.

”Kurang lebih ada 200 personel. Semoga seluruh masyarakat yang hilang dapat segera ditemukan. Kami datangkan alat berat, pompa alkon, dan warga di sekitar situ juga kami pastikan kebutuhan dasarnya tercukupi,” ucap Suharyanto.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore