Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 November 2025, 20.28 WIB

MUA Pria Berjilbab Viral di Lombok Menangis, Bantah Gunakan Mukena ke Mushola: Itu Fitnah!

Deni Apriadi Rahman, 23, MUA pria berjilbab di Lombok membantah pakai mukena ke mushola, menyebut itu fitnah. (Instagram) - Image

Deni Apriadi Rahman, 23, MUA pria berjilbab di Lombok membantah pakai mukena ke mushola, menyebut itu fitnah. (Instagram)

JawaPos.com - Seorang MUA pria berjilbab di Lombok, Deni Apriadi Rahman, 23, akhirnya angkat bicara setelah dituduh melakukan penodaan agama lantaran disebut memakai mukena untuk masuk mushola.

Sambil menangis, ia tegas membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah yang sangat melukai dirinya dan keluarga.

Dalam penjelasannya, ia mengaku beberapa hari terakhir menghadapi ujian berat setelah sebuah akun media sosial mengunggah fotonya disertai narasi yang menurutnya tidak benar dan sarat fitnah.

Unggahan itu kemudian menyebar luas di Facebook, Instagram, hingga TikTok. Ia menegaskan tidak mengenal pemilik akun tersebut dan tidak pernah memberikan izin penggunaan fotonya.

Ia mengatakan banyak narasi yang beredar tidak sesuai kenyataan, termasuk tuduhan bahwa ia masuk mushola memakai mukena dan beribadah di waktu yang tidak semestinya dengan sengaja agar berada di tengah wanita.

“Saya menghormati rumah ibadah, menghormati tata cara ibadah, dan memahami adab dalam agama,” ujarnya sambil menangis di unggahan yang beredar di media sosial, dikutip Minggu (16/11).

Terkait penampilannya yang mengenakan jilbab, pria yang akrab disapa Dea Lipa tersebut menjelaskan bahwa jilbab baginya adalah simbol kecantikan, kelembutan, dan kehormatan perempuan Muslim yang ia kagumi sejak lama.

Ia menolak anggapan bahwa menggunakan pakaian tersebut untuk menipu atau melecehkan siapa pun. Baginya, itu bentuk ekspresi diri sekaligus cara melindungi diri dari pelecehan.

Dea Lipa juga membantah tuduhan lain, termasuk isu bahwa dirinya pernah menjalin hubungan dengan pria hingga fitnah bahwa ia mengidap HIV. “Saya baru saja melakukan tes HIV dan hasilnya negatif,” tegasnya.

Sejak unggahan itu viral, ia mengaku berada dalam tekanan sangat berat. Ribuan komentar berisi hinaan, ancaman, dan teror masuk melalui pesan langsung, membuatnya terpukul secara mental dan fisik. Ia mengaku beberapa kali kehilangan kendali akibat tekanan tersebut.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore