Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 November 2025, 22.29 WIB

Longsor Cilacap dan Banjarnegara, 31 Korban Hilang Belum Ditemukan

Longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Foto diambil pada Selasa (18/11). (Pusdatinkom BNPB) - Image

Longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Foto diambil pada Selasa (18/11). (Pusdatinkom BNPB)

JawaPos.com-Longsor di Cilacap dan Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) memakan banyak korban. Sampai hari ini (19/11), sebanyak 31 korban hilang belum ditemukan. Rinciannya, 5 korban longsor di wilayah Majenang, Cilacap; dan 26 korban di Pandanarum, Banjarnegara. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, sebanyak 18 korban sudah ditemukan pasca longsor di Cilacap. Namun, 5 korban lainnya masih dalam pencarian. 

”Jumlah korban meninggal dunia sementara menjadi 18 jiwa. Dari total penemuan korban itu, tim pencarian dan pertolongan gabungan kini fokus terhadap 5 orang masih dinyatakan hilang,” ungkap Abdul Muhari. 

Di lokasi longsor Cilacap, Tim SAR Gabungan menyelamatkan 23 orang. Sebanyak 11 orang mengalami luka-luka. Selain itu, 58 orang mendapat perawatan jalan dan 3 orang dirawat inap akibat sakit di pengungsian. Tidak hanya korban jiwa, longsor tersebut menyebabkan 16 rumah roboh atau hilang, 25 rumah terancam, dan 1 hektar lahan pertanian terdampak. 

Terpisah, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sudah turun langsung ke lokasi terdampak longsor di Banjarnegara. Berdasar data yang sudah dihimpun oleh petugas di lapangan, sejauh ini ada 26 korban hilang pasca longsor.

Pencarian korban hilang itu yang menjadi prioritas. Dalam rapat koordinasi lintas sektor, dia menegaskan hal itu. ”Prioritas utamanya tetap, apapun caranya ke 26 korban harus bisa ditemukan,” kata Suharyanto. 

Diakui oleh orang nomor satu di BNPB tersebut, kemarin (18/11), lokasi terdampak longsor di Banjarnegara masih labil. Sehingga tim di lapangan sulit bergerak untuk melakukan operasi pencarian korban. Untuk itu, dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) agar tidak turun hujan sama sekali.

”Sehingga bisa masuk tim pencarian secara manual dan menggunakan pompa alkon,” jelas Suharyanto. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore