
Shio yang diyakini memiliki rezeki yang selalu tercukupi sejak lahir, bahkan tanpa mengalami kekurangan.(Freepik)
JawaPos.com - Identitas perwira menengah Polda Jawa Tengah yang terseret kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang terus menjadi sorotan. Sosok tersebut adalah AKBP Basuki, polisi yang belakangan diketahui menjalin hubungan gelap dengan korban, DLL, dosen berusia 35 tahun yang ditemukan tewas di sebuah kostel kawasan Gajahmungkur, Senin (17/11).
Basuki awalnya hanya dikenal sebagai saksi kunci karena menjadi orang pertama yang melaporkan penemuan jenazah DLL, namun statusnya berubah setelah fakta kedekatan pribadi keduanya mencuat.
DLL ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan tanpa busana dan laporan Basuki menjadi pintu awal penyelidikan kasus ini. Namun, AKBP Basuki tersebut langsung menjadi perbincangan publik setelah kepolisian mengonfirmasi identitasnya yang memiliki hubungan dengan DLL.
Saat ini, ia telah diamankan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Lantas, siapa sosok AKBP Basuki?
Sebagai perwira berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi, Basuki termasuk dalam jajaran Pamen Polri dengan pangkat dua melati emas setara dengan Letnan Kolonel (Letkol) di TNI.
Di lingkungan Polda Jawa Tengah, ia diketahui menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Dalmas pada Direktorat Samapta (Kasubdit Dalmas Ditsamapta). Meski menempati jabatan strategis, informasi mengenai perjalanan karier dan riwayat pendidikannya tak banyak muncul ke publik.
Namanya tercatat lengkap sebagai AKBP Basuki, S.Pd., SH, MAP, dan ia diketahui berstatus sudah menikah. Pada Februari 2024, ia sempat menjadi sorotan internal karena melakukan pengecekan kesiapan personel Dalmas Nusantara di Polres Blora.
Harta Kekayaan AKBP Basuki
Soal kekayaan, laporan LHKPN yang disampaikan Basuki kepada KPK per 3 Februari 2025 mencatat total harta sekitar Rp 94 juta. Dalam laporan tersebut, ia hanya memiliki satu unit sepeda motor Honda Vario keluaran 2018 senilai Rp 14 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp 80 juta.
Angka ini tergolong kecil untuk seorang perwira menengah, namun menjadi bagian penting dalam profilnya karena kini seluruh latar belakang pribadi dan profesionalnya tengah ditelusuri seiring perkembangan kasus yang terus mendapat perhatian publik.
Sebelumnya, seorang dosen perempuan ditemukan meninggal di dalam kamar hotel di Jalan Telaga Bodas Raya Semarang Senin (17/11) sekitar pukul 05.30.
Korban diketahui bernama DLL, 35, warga Kedungmundu, Kecamatan Tembalang. Korban berprofesi sebagai dosen salah satu perguruan tinggi swasta di wilayah Kota Semarang.
Korban ditemukan di lantai dalam kamar 210, dalam kondisi tanpa busana. Kali pertama yang menemukan kejadian ini adalah seorang anggota Polri bernama B, 56, berpangkat AKBP menjabat sebagai Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng, warga Kedungmundu, Kecamatan Tembalang.
Awalnya, saksi ini datang ke tempat kamar hotel korban, Senin (17/11) sekitar pukul 05.30. Sesampai kamar, melihat korban dalam kondisi tergelatak di lantai dan sudah tidak bernapas.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
