
Salah satu penghargaan yang diterima siswa siswa SMA Unggulan Rushd Sragen, Jawa Tengah. (Istimewa).
JawaPos.com - Meski baru berdiri tiga tahun, SMA Unggulan Rushd berhasil membuktikan posisinya sebagai salah satu sekolah dengan prestasi akademik paling progresif di Indonesia. SMA swasta di Sragen, Jawa Tengah ini konsisten menunjukkan perkembangan luar biasa dalam pembinaan akademik serta inovasi yang sejalan dengan hasil dalam beragam kompetisi.
Beberapa penghargaan yang diraih seperti Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), serta Olimpiade Sains Nasional (OSN). Rangkaian kesuksesan ini tidak hanya mencerminkan kualitas dari peserta didik Rushd, namun merupakan bukti nyata dari konsistensi sebagai sekolah baru yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang telah puluhan tahun berkiprah di dunia pendidikan.
Eko Sugiyanto, Kepala Sekolah SMA Rushd menjelaskan ajang FIKSI adalah kompetisi literasi tingkat nasional yang menghimpun ribuan karya anak bangsa Indonesia, yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Siswi kami Naila Aini Bahri mewakili SMA Rushd berhasil melaju sampai ke final dan keluar sebagai juara dengan membawa pulang medali emas. Capaian luar biasa ini diperoleh berkat karya yang dinilai memiliki kedalaman narasi, orisinalitas, relevansi sosial yang kuat, sekaligus solutif bagi permasalahan lingkungan melalui pemanfaatan teknologi terkini,” jelasnya.
Sementara itu, di ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional, dua siswi Rushd, yakni Najmakayla Shafaa Ditia Raharjo selaku ketua tim dan Arshallina Azka Rahmadi selaku anggota, berhasil membawa pulang medali perunggu.
Keduanya menghadirkan penelitian yang memanfaatkan limbah kulit jeruk manis (citrus sinensis) dan kulit pisang tanduk (musa paradisiaca) menjadi tablet efervesen sebagai biolarvasida. Di ajang kompetisi OPSI ini, hanya ada 3 sekolah yang meraih penghargaan dan keluar sebagai pemenang dari peserta sekolah di seluruh Indonesia. Ini membuat kompetisi OPSI menjadi sangat spesial untuk sekolah seperti SMA Unggulan Rushd yang baru memasuki tahun ketiga.
Pada arena Olimpiade Sains Nasional (OSN), SMA Rushd kembali menyeruakkan kemampuan terbaiknya. Farisi Achmad Al-Banna memperoleh medali perak bidang Informatika, sebuah pencapaian yang menjadi sorotan khalayak ramai karena ini merupakan kali pertama Farisi berkiprah di kancah Nasional. Dia berhasil melampaui banyak finalis senior dari berbagai daerah, dan langsung menorehkan prestasi medali perak, sebuah pencapaian yang sangat menakjubkan.
Sinergi antara pembimbing, siswa, serta lingkungan belajar yang kondusif menciptakan kultur akademik yang sehat, ambisius, sekaligus suportif. Dengan fondasi ini, tidak mengherankan bila dalam usia yang begitu muda, SMA Rushd mampu menunjukkan performa yang mengesankan di berbagai ajang nasional.
Dengan deretan prestasi dalam waktu singkat dan usia yang masih sangat dini, SMA yang didirkan oleh Achmad Zaky, mantan CEO Bukalapak itu tidak hanya hadir sebagai sekolah unggulan baru, tetapi juga sebagai simbol transformasi pendidikan, membuktikan bahwa sekolah muda pun bisa menjadi rumah bertumbuh bagi para juara.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
