Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 November 2025, 00.08 WIB

Nelayan Bentrok di Pessel Karena Illegal Fishing, Kapolres: Situasi Sudah Kondusif

Illegal fishing kerap menghantui Indonesia - Image

Illegal fishing kerap menghantui Indonesia

JawaPos.com - Konflik antar nelayan di Pantai Muara Kandis Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Beganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terjadi pada Jumat (21/11). Polisi memastikan kondisi terkini sudah kondusif dan masyarakat diminta tetap tenang.

Kapolres Pesisir Selatan (Pessel) AKBP Derry Indra menegaskan, pihaknya sudah turun langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas keamanan.

"Situasi saat ini kondusif. Telah diambil langkah-langkah himbauan kepada masyarakat nelayan," ujar Derry kepada JawaPos.com, Sabtu (22/11).

Aksi Kejar-kejaran hingga Lempar Batu di Laut

Diketahui, bentrokan bermula dari ketegangan antara nelayan lokal dan nelayan Air Haji yang diduga melakukan illegal fishing menggunakan kapal lampara dasar (pukat harimau mini) di wilayah tangkapan nelayan Muara Kandis.

Kericuhan semakin memanas hingga terjadi aksi kejar-kejaran dan lempar batu di tengah laut. Satu nelayan Muara Kandis dilaporkan terluka di bagian tangan akibat lemparan kaca dari kapal pukat harimau mini Air Haji.

Sebuah kapal nelayan Air Haji bahkan memutus jaringnya dan melarikan diri, meninggalkan jaring yang kemudian dibawa ke pantai dan dibakar sebagai bentuk protes terhadap praktik ilegal fishing.

Kasus ini pun telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Linggo Sari Beganti. "Terhadap permasalahan telah dilakukan penyelidikan," terang Derry.

Ketegangan Sudah Terjadi Sejak 16 November

Wali Nagari Muara Kandis, Helkamsi, mengungkapkan konflik telah memanas sejak Minggu (16/11) lalu ketika beberapa kapal nelayan Air Haji memasuki perairan Muara Kandis.

"Salah satu masyarakat datang melapor ke kantor wali nagari dan mengatakan bahwa ada seorang warga yang terkena lemparan kaca, hingga perlu enam jahitan, luar dan dalam," kata Helkamsi.

Ia menyebut bentrok seperti ini bukan pertama kali. Pada 2018, nelayan Muara Kandis juga pernah menangkap dan membakar kapal pukat harimau dari Air Haji sebagai bentuk penolakan terhadap praktik illegal fishing.

Masyarakat berharap pemerintah bersama aparat dapat bertindak lebih tegas agar konflik perebutan wilayah tangkap tidak terus berulang.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore