Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 November 2025, 01.25 WIB

Banjir di Padang Pariaman Sumbar Genangi 21 Nagari dan 8 Kecamatan, Ribuan Rumah Terendam

Petugas BPBG mengevakuasi lansia yang terjebak banjir di wilayah Kabupaten padang PAriaman, Sumatra Barat, Minggu (23/11/2025). (BNPB) - Image

Petugas BPBG mengevakuasi lansia yang terjebak banjir di wilayah Kabupaten padang PAriaman, Sumatra Barat, Minggu (23/11/2025). (BNPB)

JawaPos.com - Banjir yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman Sumatra Barat (Sumbar) sejak  Minggu (23/11) berdampak pada 21 Nagari dan 8 kecamatan. Akibatnya ribuan rumah warga terendam.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang terjadi di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air pada beberapa sungai naik hingga sungai-sungai itu meluap dan air membanjiri 21 nagari dan 8 kecamatan

Kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Lubuak Aluang, Batang Anai, Sintuak Toboh Gadang, Ulakan Tapakih, 2x11 Anam Lingkuang, Anam Lingkuang, Nan Sabaris, dan V Koto,” ungkap Abdul Muhari dikutip pada Selasa (25/11). 

Banjir tersebut mengakibatkan kerugian material berupa 3.076 unit rumah warga terendam, 2 unit rumah rusak, 138 hektare lahan pertanian terdampak, dan 26 hektare kebun terendam.

Selain itu, 2 akses jalan rusak, terdiri atas Jalan Depan RSUD Padang Pariaman dan Jalan Rabat Beton Korong Pasa Limau. Juga 2 unit jembatan rusak, 1 unit bendungan rusak, 2 saluran irigasi rusak, dan 1 SD terdampak. 

”Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Pariaman mendata sebanyak 3.076 kepala keluarga atau 9.228 jiwa terdampak. Sebanyak 258 warga mengungsi,” lanjutnya. 

Karena itu, pemerintah daerah setempat membuka lokasi pengungsian di halaman Surau Kalapaian Pasae Kampuang Galapuang, Surau Palak Pisang, Surau Parik, dan beberapa rumah warga.

Pasca banjir tersebut, hujan masih turun mengguyur di wilayah Padang Pariaman. Akibatnya tinggi muka air sungai yang sempat turun kembali naik. 

Selain Padang Pariaman, banjir juga terjadi di  Kabupaten Agam. Sedikitnya 3 kecamatan terdampak. Yakni Kecamatan Tanjung Raya, Banuhampu, dan Palupuah.

Sebanyak 40 kepala keluarga terkena imbas banjir tersebut. Bahkan BNPB mendapat laporan ada 9 orang warga yang sempat terjebak banjir dan harus dievakuasi oleh petugas. 

”BPBD Kabupaten Agam mencatat, akibat dari peristiwa ini 33 unit rumah terdampak, 8 hektare lahan persawahan terdampak, 3 kolam renang terdampak, 3 saung kolam renang rusak, 1 unit kafe terdampak, 3 akses jalan terdampak, serta terputusnya akses air bersih,” imbuhnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore