Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 November 2025, 04.52 WIB

Bencana Longsor di Tapanuli Utara Sumut: Mobil Terhanyut, 4 Orang Dilaporkan Luka-luka

Bencana longsor dan banjir di Tapanuli Utara akibat hujan deras, menyebabkan satu mobil terseret ke jurang dan empat warga terluka. (Sumut Post) - Image

Bencana longsor dan banjir di Tapanuli Utara akibat hujan deras, menyebabkan satu mobil terseret ke jurang dan empat warga terluka. (Sumut Post)

JawaPos.com - Bencana longsor akibat hujan deras melanda wilayah Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang menyebabkan satu mobil terseret ke jurang serta empat warga mengalami luka-luka.

Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Sipirok–Tapanuli Utara lumpuh total karena badan jalan tertutup material tanah dan batu. Tidak hanya mengisolasi akses antardaerah, bencana ini juga merendam puluhan rumah dan merusak dua unit tempat tinggal warga.

"Untuk sementara korban masih dievakuasi di salah satu rumah warga menunggu evakuasi ke Puskesmas Janjiangkola untuk menerima penanganan medis lebih lanjut. Sampai saat ini hujan masih tetap turun lebat, ketinggian air banjir mencapai 70 cm," jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Grup), Selasa (25/11).

Ia menerangkan, longsor di Jalinsum Sipirok–Taput terjadi pada Selasa (25/11) setelah hujan deras mengguyur wilayah Sipirok sepanjang malam. Material longsoran menimbun seluruh badan jalan di Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga kendaraan sama sekali tidak dapat melintas. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan selama proses penanganan berlangsung.

Sementara itu, longsor lain terjadi di Jalan Lintas Padangsidimpuan–Sibolga tepatnya di Tobotan, Desa Sibakkua, Angkola Barat, Senin (24/11) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Jalur Batangtoru menuju Kota Padangsidimpuan terputus total setelah badan jalan tertutup material. Insiden ini juga menyeret satu unit Mobil Suzuki XL7 BK1755ADV ke jurang. Mobil tersebut dikemudikan Pebrian Sapero, 23, warga Padang Matinggi, bersama seorang penumpang bernama Anggin, 19, warga Sigiring-giring. Keduanya selamat meski mobil ikut terbawa longsoran.

Bhabinkamtibmas Polsek Batangtoru tiba di lokasi sekitar pukul 00.00 WIB untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Petugas menemukan kondisi akses benar-benar terputus karena tumpukan tanah dan batu.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, bencana terjadi di dua titik berbeda. Banjir melanda Desa Sitolubahal, sementara longsor menimpa dua rumah warga di Desa Robean, Kecamatan Purba Tua. Empat orang dilaporkan luka-luka akibat kejadian tersebut, yakni:

Dahlbanjar Nahor, 27, yang mengalami luka di tangan dan kepala; Iben Parapat, 15, yang mengalami luka di tangan dan punggung; Liora Parapat, 5, yang mengalami luka di kepala, tangan, dan punggung; Lenora Parapat, 5, yang mengalami luka di kepala dan punggung.

Selain itu, sedikitnya 60 rumah warga terendam banjir akibat meluapnya Sungai Aek Mahassan. Menurut Kombes Pol Ferry Walintukan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan

banjir dan longsor di berbagai titik. "Tanah longsor dan pohon tumbang di Desa Robean terjadi di dua titik mengakibatkan akses jalan tertutup serta salah satu titik menimpa dua rumah warga sehingga satu keluarga mengalami luka," terang Ferry.

Ia mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal dekat aliran sungai dan lereng tebing.

"Kalau di Tapsel, pihak Polres Tapsel telah menurunkan personelnya untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan membantu proses evakuasi material," tambahnya.

Untuk Jalinsum Sipirok–Taput, Ferry memastikan jalur masih tidak bisa dilalui.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mencari jalur alternatif hingga pembersihan selesai dilakukan," ucapnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore