Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 November 2025, 04.54 WIB

Tak Hanya Sibolga, Berikut 4 Wilayah di Sumut yang Turut Terendam Banjir dan Longsor, Ribuan Rumah Terdampak

Banjir dan longsor melanda Sumatera Utara, ribuan rumah terendam, jalur transportasi putus, dan dampak luas bagi masyarakat. (Sumut Post) - Image

Banjir dan longsor melanda Sumatera Utara, ribuan rumah terendam, jalur transportasi putus, dan dampak luas bagi masyarakat. (Sumut Post)

JawaPos.com - Bencana hidrometeorologi memukul wilayah Sumatera Utara. Tak hanya Sibolga, empat wilayah lain seperti Tapanuli Tengah, Padangsidimpuan, Mandailing Natal (Madina), dan Tapanuli Selatan (Tapsel) ikut terendam banjir dan dilanda longsor dalam beberapa hari terakhir.

Dampak banjir dan longsor ini meluas mulai dari korban jiwa, ribuan rumah rusak, lahan pertanian hanyut, hingga terputusnya jalur transportasi utama penghubung Pantai Barat dengan pusat aktivitas perdagangan di Kota Padangsidimpuan.

Madina Terparah, Ribuan Rumah Terendam

Mandailing Natal menjadi daerah dengan dampak paling besar. Di Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, banjir menenggelamkan ribuan rumah di empat desa dengan ketinggian air mencapai 1–2 meter. Hingga Selasa (25/11), air tak kunjung surut akibat hujan yang tidak berhenti.

"Rumah kami masih tergenang air. Saudara di Lubuk Kapundung I, II, dan Rantau Panjang sudah mulai kembali untuk bersih-bersih. Tapi bantuan belum turun sama sekali. Kami sulit keluar karena satu-satunya jalur akses adalah transportasi udara," ujar Sadun Lubis kepada Sumut Pos (Jawa Pos Grup), dikutip Selasa (25/11).

Tapsel Lumpuh: Tiga Jalur Nasional Putus

Total Kerusakan ekstrem juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan. Banjir dan longsor memutus tiga jalur nasional sekaligus: Lintas Barat, Lintas Tengah, dan Lintas Timur, dengan total lima titik lumpuh tanpa bisa dilalui kendaraan.

Lintas Barat Danau Siais–Pantai Barat Natal amblas di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur.

Lintas Tengah tertutup material longsor di Desa Parsalakan, Tobotan, dan Aek Nabara, serta terendam banjir hingga 30 cm di Aek Sijorni, Desa Silaiya, Kecamatan Sayur Matinggi.

Sementara Lintas Timur terganggu parah di Desa Pengkolan, Sipirok, akibat longsor yang menutupi badan jalan.

“Longsor di Tobotan dan Aek Nabara menyeret empat mobil ke jurang. Hingga kini belum bisa dievakuasi,” kata Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Tapsel, Mara Sutan Harahap.

Sibolga–Tapteng: Ribuan Warga Terdampak

Di Kota Sibolga, banjir menggenangi Kecamatan Sibolga Selatan. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, sembilan kecamatan terendam dengan total sementara 1.092 keluarga terdampak.

Tak hanya banjir, longsor juga mengisolasi akses di Jalan Nasional Tarutung–Sibolga tepatnya di Parsikkaman, Kecamatan Sitahuis, sehingga mobilitas antarwilayah melemah drastis.

Hingga berita ini diturunkan, penanganan darurat masih berlangsung di seluruh wilayah yang terdampak, sementara potensi cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlanjut.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore