Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Desember 2025, 21.57 WIB

Dampak Bencana Banjir-Longsor Belum Usai, Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Warga Agam Terkena Dampak Abu Vulkanik

Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat. - Image

Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat.

JawaPos.com - Di tengah pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang masih berlangsung, warga Kabupaten Agam kembali diguncang bencana baru. Gunung Marapi di Sumatera Barat meletus pada Selasa sekitar pukul 10.34 WIB, menyemburkan abu vulkanik yang langsung terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah pemukiman.

Sejumlah warga melaporkan abu mulai turun cukup pekat. Amril, warga Sungai Angek, Baso, mengatakan jarak pandang di daerahnya menurun dan pemerintah desa sudah mengimbau masyarakat memakai masker.

"Abu letusan sampai ke daerah kami di Baso, cukup mengganggu penglihatan," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Selasa (2/12).

Kecamatan Baso dan Kecamatan Canduang tercatat sebagai dua wilayah yang paling terdampak karena berada di sisi utara dan timur laut Kawah Verbeek, arah jatuhnya abu.

Kondisi serupa dirasakan Romi Poslah, warga Canduang. Ia menyebut abu beterbangan dan menempel di kendaraan miliknya.

“Mudah-mudahan tidak berlangsung lama,” ucapnya.

Dari catatan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal 30,3 mm dan durasi sekitar 51 detik. Namun, tinggi kolom abu tidak dapat diamati secara jelas karena kondisi cuaca. Hingga kini, status Gunung Marapi tetap pada Level II atau Waspada.

Petugas PGA, Ahmad Rifandi, mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi. Warga yang tinggal di lembah atau bantaran sungai berhulu di puncak Marapi juga diminta mewaspadai potensi lahar terutama di musim hujan seperti sekarang.

Ia menambahkan, jika terjadi hujan abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan.

"Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA)," pungkas Rifandi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore