JawaPos.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali berupaya meningkatkan keselamatan berkendara, khususnya di daerah wisata. Polri fokus pada gerak cepat menyikapi pelanggaran, sehingga kecelakaan lalu lintas bisa dicegah.
Hal itu disampaikan oleh Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Turmudi dalam FGD bertema Polantas menyapa Wisatawan, Tertib Berlalu Lintas Menuju Pariwisata Berkualitas. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pemprov Bali, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, PUPR, Jasa Raharja, BPTD, PHRI, Organda, serta Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) bersama perwakilan Desa Adat dan Pecalang.
Turmudi mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya tertib, meningkatkan pengawasan perilaku berkendara di kawasan wisata, dan menguatkan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar) di Pulau Bali.
Dalam paparannya, Turmudi memperkenalkan Backoffice Smart Road Safety Policing di Ditlantas Polda Bali. Sistem ini menjadi pusat kendali berbasis teknologi yang memonitor perilaku berkendara secara real-time melalui integrasi CCTV, ETLE, data kecelakaan, serta laporan masyarakat.
“Smart Road Safety Policing menjadi instrumen penting untuk membangun budaya tertib dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di seluruh wilayah Pulau Bali. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menyapa setiap wisatawan dengan memberikan layanan lalu lintas yang modern dan humanis," kata Turmudi, Jumat (5/12).
Backoffice Smart Road Safety Policing memungkinkan deteksi cepat terhadap pelanggaran, termasuk yang kerap dilakukan pengendara lalu lintas seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, atau berkendara ugal-ugalan.
Polda Bali juga meningkatkan pengawasan melalui Peta Keselamatan Jalan berbasis geospasial yang menampilkan titik rawan kecelakaan, lokasi pelanggaran, jalur wisata padat, kualitas jalan, hingga prediksi potensi risiko. Melalui teknologi ini, seluruh instansi dapat melakukan langkah pencegahan maupun respons lapangan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Dalam meningkatkan keselamatan berkendara Polda Bali juga menyadari pentingnya pemanfaatan kearifan lokal. Seperti Dinas PMA, Desa Adat, Pecalang, dan komunitas Sipandu Beradat. Mereka memiliki peran dalam penyampaikan edukasi, pengawasan, dan pelaporan potensi gangguan kamseltibcar.
“Pelibatan Pecalang dan Desa Adat adalah langkah kolaborasi untuk memastikan Bali tetap aman, tertib, dan nyaman bagi setiap wisatawan," imbuhnya.
Seluruh stakeholder menyampaikan komitmen untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas, memperluas pemanfaatan teknologi, serta mengoptimalkan peran adat dalam mewujudkan pariwisata Bali yang berkelas dunia. Menutup kegiatan,
“Bali adalah ikon internasional. Dengan sinergi teknologi, adat, dan kolaborasi lintas sektor, kami pastikan setiap wisatawan merasakan Bali yang tertib, aman, dan selamat. Inilah fondasi utama menuju pariwisata Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Bali," pungkasnya.