Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Desember 2025, 00.50 WIB

Sebelum Banjir Bandang, Netizen: Sungai di Kabupaten Solok Mulai Terlihat Keruh Akibat Aktivitas Penambangan Ilegal

Kawasan hutan yang terlihat berwarna cokelat yang diduga masuk wilayah Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumbar. (X/@AzePutra91219) - Image

Kawasan hutan yang terlihat berwarna cokelat yang diduga masuk wilayah Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumbar. (X/@AzePutra91219)

JawaPos.com - Penyebab bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) diduga bukan hanya cuaca ekstrem, ada kerusakan lingkungan yang dinilai turut andil hingga menyebabkan 3 provinsi tersebut porak-poranda. Belakangan netizen membagikan potret kerusakan hutan di beberapa titik dengan sumber Google Maps. 

Salah satu yang viral adalah unggahan pada akun X @FiinaDu. Pada 29 November lalu, pemilik akun tersebut membuat unggahan yang menunjukkan kerusakan hutan di wilayah Kabupaten Sijunjung, Sumbar. Dalam unggahannya dia tampak tidak percaya lantaran hutan seluas itu menjadi gundul. Pada unggahan itu juga disertakan potret kawasan hutan yang dia maksud. 

”Seluas ini kawasan hutan dirusak, kalian ngapain? Silakan search di Google Maps, ini di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat,” tulis pemilik akun tersebut. 

Sampai hari ini (9/12), sudah lebih dari 4,2 juta pengguna X melihat unggahan tersebut. Tidak hanya dilihat, ribuan warganet turut berkomentar pada unggahan itu. Beberapa mereply dengan menyertakan potret kerusakan hutan di berbagai titik. Salah satunya pemilik akun @AzePutra9129. Dia menunjukkan kerusakan hutan di wilayah Solok. 

Persisnya pada salah satu sungai yang berada di kawasan hutan itu masuk wilayah Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumbar. Pada unggahan itu dia membandingkan potret kondisi sungai tersebut pada 2023 dengan kondisi terkini pada 2025. Unggahan itu dibuat dengan menandai akun @vascoruseimy dan akun @jonpandu, wakil gubernur Sumbar dan bupati Solok. 

”Sungai di daerah Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok mulai terlihat keruh akibat aktivitas penambangan ilegal. Terlihat perbedaan yang jelas dibanding gambar tahun 2023,” tulisnya.

Atas unggahan tersebut, JawaPos.com sudah mencoba meminta penjelasan dan konfirmasi dari Bupati Solok Jon Firman Pandu. Melalui nomor teleponnya, redaksi sudah menyampaikan beberapa pertanyaan. Namun demikian, sampai berita ini dibuat, tidak ada respons dan jawaban atas pertanyaan yang sudah diajukan berkaitan dengan kondisi sungai di Kecamatan Payung Sekaki.  

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore