Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Desember 2025, 23.38 WIB

Guru Ngaji di Ponpes Bangkalan Diduga Lecehkan Santriwati, Polda Jatim Mulai Panggil Saksi

Ilustrasi pelecehan seksual. - Image

Ilustrasi pelecehan seksual.

JawaPos.com - Penyelidikan kasus dugaan pelecehan anak di bawah umur, yang menyeret seorang guru ngaji di Pondok Pesantren Nurul Karomah Galis di daerah Galis, Kabupaten Bangkalan, berinisial UF, terus berlanjut. 

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari salah satu keluarga korban, tercatat LP/B/1727/XI/2025/SPKT/Polda Jatim pada Senin (1/12). 

Setelah menerima laporan tersebut, Subdit Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jatim bergegas melakukan penyelidikan, termasuk memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan. 

“Hari ini dijadwalkan pemeriksaan sebagai saksi. Tidak menutup kemungkinan jika yang bersangkutan cukup bukti, bisa ditetapkan sebagai tersangka,” tutur Kombes Pol Jules di Surahaya, Rabu (10/12).

Ia menegaskan penyidik Ditreskrimum Polda Jatim menangani perkara ini secara profesional dan penuh kehati-hatian, sebab kasus tersebut menyangkut anak di bawah umur dan lingkungan pendidikan pesantren.

Polda Jatim berkomitmen mengusut tuntas dugaan kasus pencabulan yang mendorong nama pesantren. Polisi juga akan memberikan pendampingan psikologis untuk mengurangi trauma para korban.

Kasus pencabulan terhadap santriwati yang terjadi di lingkungan pesantren kembali menjadi mencuat. Terbaru diduga terjadi di Pondok Pesantren Nurul Karomah Galis di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. 

Kabar ini langsung memantik amarah publik. Terlebih pelaku yang melakukan aksi bejat diduga kuat bukan orang asing, yakni UF, seorang guru ngaji di Pondok Pesantren Nurul Karomah Galis.  

UF juga diketahui adalah anak dari tokoh agama setempat. Kasus dugaan pencabulan di pesantren tersebut muncul setelah salah satu korban berhasil melarikan diri dan kisahnya viral di media sosial. 

Yang mengejutkan adalah UF diduga mencabuli lebih dari 30 santriwati. Dalam laporan yang ditulis keluarga korban, dugaan pencabulaj terjadi pada Januari 2023 di Desa Peterongan, Kecamatan Galis, Bangkalan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore