Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Desember 2025, 04.19 WIB

Pimpin Salat Jenazah 24 Korban Bencana Tanpa Identitas, Kapolda Sumbar: Masyarakat Segera Lapor Bila Kehilangan Keluarga

Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta memimpin salat jenazah 24 korban bencana alam di Sumbar pada Rabu (10/12). Puluhan korban itu dimaksamkan secara massal. (Polri) - Image

Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta memimpin salat jenazah 24 korban bencana alam di Sumbar pada Rabu (10/12). Puluhan korban itu dimaksamkan secara massal. (Polri)

JawaPos.com - Sampai hari ini (10/12), jumlah korban meninggal pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 238 orang. Dari angka tersebut, 24 diantaranya tanpa identitas. Sehingga puluhan jenazah tersebut disalatkan di Masjid Syekh Al Minangkabawi. 

Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta memimpin langsung salat jenazah tersebut. Jenderal bintang dua Polri tersebut tampak sedih dan ikut terharu saat menyalatkan dan mendoakan para korban. Suasana haru kian terasa lantaran hujan terus turun selama salat jenazah berlangsung.

Dengan berbagai pertimbangan, pemangku kewenangan di Sumbar memutuskan memakamkan puluhan korban itu meski identitas mereka belum diketahui. Sebagai penanda, pihak kepolisian menuliskan nomor dan asal daerah pada nisan masing-masing korban. 

Hal itu dilakukan dengan tujuannya untuk memastikan masyarakat Sumbar yang merasa kehilangan keluarganya pasca bencana alam 2 pekan lalu punya kesempatan untuk mencari tahu dan mendapat informasi yang valid. Sebab, hingga saat ini penanggulangan pasca bencana masih berlangsung.

"Hingga Kamis siang, korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor berjumlah 238 jiwa. Dari angka itu, sebanyak 24 orang tidak diketahui identitasnya,” kata Irjen Gatot usai memimpin salat jenazah.

Menurut Gatot, Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Sumbar maupun bantuan dari Mabes Polri sudah berusaha sebaik mungkin dengan melakukan berbagai upaya, termasuk pencocokan visual dan pengambilan sampel DNA. Namun demikian, identitas 24 korban tersebut belum terungkap. 

”Bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya, silakan datang ke posko DVI terdekat untuk melapor,” kata dia.

Tidak hanya itu, Polri juga membuka layanan pengaduan melalui nomor telepon 110 agar warga lebih mudah melapor. Dia pun merinci, dari 24 korban tersebut sebanyak 17 orang berasal dari Agam, 6 dari Padang Pariaman, dan 1 lainnya berasal dari Padang Panjang.

Puluhan korban itu dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Gatot memastikan bahwa jika nanti ada keluarga yang DNA-nya cocok, pemindahan jenazah ke tempat lain akan diizinkan dan difasilitasi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore