
Pendistribusian logistik melalui jembatan darurat di Sumatera Barat. (BNPB)
JawaPos.com-Bencana banjir yang melanda Medan, Aceh, dan sejumlah wilayah Sumatera sejak awal Desember mendorong respons kemanusiaan dari berbagai pihak. Termasuk Holding BUMN Danareksa.
Sejak 8 Desember, holding yang membawahi sejumlah kawasan industri tersebut menyalurkan bantuan logistik. Yakni beras dan paket kebutuhan pokok untuk warga terdampak.
Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 5 ton beras dan ribuan paket sembako, dengan sasaran sekitar 18.500 kepala keluarga (KK). Bantuan difokuskan di kawasan Ring-1 PT Kawasan Industri Medan (KIM), yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir cukup signifikan.
Sejumlah kelurahan dan desa di sekitar KIM tercatat mengalami genangan parah. Di antaranya Kelurahan Tangkahan, Mabar Hilir, Titipapan, Desa Pematang Johar, dan Desa Saentis. Wilayah tersebut merupakan area permukiman padat yang terdampak langsung akibat luapan air dan terganggunya aktivitas ekonomi warga.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi lintas entitas dalam Holding BUMN Danareksa. PT Kawasan Industri Medan berperan sebagai koordinator lapangan, didukung berbagai anggota holding lainnya, termasuk pengelola kawasan industri di Makassar, Surabaya, Jakarta, Batang, hingga Wijayakusuma, serta sejumlah BUMN sektor jasa keuangan dan industri manufaktur.
Corporate Secretary Holding BUMN Danareksa Agus Widjaja mengatakan, langkah tersebut merupakan respons darurat berdasarkan asesmen lapangan yang dilakukan di kawasan terdampak. Kebutuhan pangan menjadi prioritas utama dalam fase awal penanganan bencana.
“Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kebutuhan mendesak warga berada pada pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya pangan. Karena itu, bantuan difokuskan untuk mempercepat pemulihan awal masyarakat terdampak,” ujar Agus dalam keterangannya.
Selain menyasar masyarakat sekitar kawasan industri, bantuan juga dialokasikan untuk karyawan PT Kawasan Industri Medan yang terdampak langsung banjir. Bentuk dukungan mencakup bantuan perbaikan hunian, tali asih, serta dukungan logistik untuk mempercepat normalisasi aktivitas di kawasan industri.
Tidak hanya itu, dukungan juga diarahkan pada penyediaan sarana dan prasarana penunjang penanggulangan banjir, termasuk logistik operasional di wilayah terdampak. Langkah ini diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan pascabanjir, terutama di area dengan aktivitas ekonomi dan industri yang padat.
Di luar penanganan langsung di Medan, PT Danareksa (Persero) juga terlibat dalam penggalangan bantuan nasional bagi korban banjir di Sumatera melalui program 100 Musisi Heal Sumatera.
Program tersebut merupakan kolaborasi lintas BUMN yang berhasil menghimpun donasi hingga Rp 13 miliar untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.
Agus menegaskan, koordinasi lintas BUMN menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran, terutama di wilayah dengan dampak banjir yang luas.
“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat dan pekerja di kawasan industri bisa segera bangkit dan kembali beraktivitas setelah bencana,” kata Agus.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
