Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Desember 2025, 21.22 WIB

Detik-detik Begal Pembacok Anggota Polres Lumajang Ditembak Mati, 3 Kali Lolos saat Digerebek

Ilustrasi: begal pembacok anggota Polres Lumajang ditembak mati karena melawan saat akan ditangkap. (Freepik) - Image

Ilustrasi: begal pembacok anggota Polres Lumajang ditembak mati karena melawan saat akan ditangkap. (Freepik)

JawaPos.com - Agus Sulaiman Fadeli alias ASF, 30 tahun, seorang begal asal Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, meregang nyawa setelah ditembak mati anggota Jatanras Polda Jawa Timur, Minggu malam (14/12). 

ASF diburu polisi bukan hanya karena spesialis pencurian dengan kekerasan (curas), tetapi juga karena membacok anggota Polres Lumajang, Aiptu Kurniawan, saat upaya penangkapan, Kamis (11/12), 

Nahas saat kejadian, Aiptu Kurniawan yang tidak membawa senjata api diserang tersangka hingga kritis. Ia mengalami luka bacok di sejumlah tubuhnya, seperti tangan, perut, dan kepala.

Panit Opsnal Unit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Iptu Ario Senopati mengatakan, sebelum tewas ditembak, Tim Jatanras Polda Jatim sudah tiga kali menggerebek ASF, namun tersangka selalu lolos dari kejaran petugas. 

Polisi kemudian mendapatkan informasi keberadaan ASF di Pasuruan pada Minggu sore (14/12). Tersangka diboncengkan oleh seorang laki-laki tidak dikenal mengendarai motor Honda Beat biru.

Jatanras Polda Jatim membuntuti tersangka, mulai dari Probolinggo hingga masuk ke wilayah Kabupaten Pasuruan. Sesampainya di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Polisi berusaha mencegat tersangka, namun tak digubris. 

"Masuk Pelem, Ngerong, Kecamatan Gempol, ia dihentikan petugas, tetapi tidak berhenti dan terus kabur. Sesampainya di Dusun Jurang Pelen, Desa Bulusari, Gempol, motornya dipepet petugas dan terjatuh," imbuhnya. 

Saat hendak diamankan, alih-alih menyerah, ASF justru mengamuk sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit. Tim Jatanras Polda Jatim pun terpaksa menghadiahi timah panas untuk menghentikan perlawanan tersangka.  

“Akhirnya petugas melakukan tindakan tegas, menembak bagian dadanya sebelah kiri dua kali. ASF tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tersangka ini residivis kasus yang sama, dikenal sebagai raja tega," tutur Iptu Ario. 

Dari tangan tersangka, Tim Jatanras Polda Jatim mengamankan senjata tajam jenis celurit serta helm yang biasa digunakan saat beraksi. Senjata tersebut juga digunakan untuk melukai anggota Polres Lumajang.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore