Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Desember 2025, 00.25 WIB

Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Perkuat Sistem Peringatan Dini di Daerah Rawan

BPBD Jatim perkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. (Istimewa) - Image

BPBD Jatim perkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. (Istimewa)

JawaPos.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Cuaca ekstrem berpotensi memicu banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah.

BPBD menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara rutin. Selain itu, melakukan pemasangan early warning system (EWS) di enam wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir dan longsor. Yakni meliputi Kabupaten Bojonegoro, Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Probolinggo.

Perangkat peringatan dini itu diharapkan dapat memberikan informasi awal kepada pemerintah daerah dan masyarakat sebelum bencana terjadi. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, EWS yang dipasang telah terintegrasi dalam satu sistem pemantauan terpadu.

Puluhan perangkat sensor yang terpasang di lapangan dapat memantau parameter lingkungan. Seperti curah hujan, tinggi muka air sungai, hingga pergerakan tanah, dan mengirimkan data secara langsung ke pusat kendali BPBD provinsi.

"Saat ini kami sudah memiliki monitoring board yang bisa memantau perkembangan EWS secara real time di sejumlah daerah. Dari sinyal yang muncul, kami bisa membaca potensi ancaman bencana lebih dini, sehingga langkah antisipasi bisa segera dilakukan," kata Gatot, Senin (15/12).

Menurut dia, sistem peringatan dini menjadi instrumen penting dalam menekan risiko korban jiwa dan kerugian material. Dengan adanya peringatan awal, pemerintah daerah memiliki waktu untuk melakukan langkah mitigasi. Mulai dari penyiapan personel, peringatan kepada warga, hingga evakuasi jika diperlukan.

Dengan tambahan pemasangan di enam wilayah tersebut, lanjut dia, total EWS yang dimiliki mencapai 44 unit. Terbagi, 20 unit merupakan EWS banjir dan 24 unit EWS tanah longsor.

Perangkat tersebut tersebar di sejumlah kawasan yang selama ini dikenal sebagai wilayah rawan bencana. Terutama di daerah aliran sungai besar dan kawasan perbukitan dengan kemiringan lereng tinggi.

Ketua Tim Pencegahan BPBD Jawa Timur Dadang Iqwandy menambahkan, selain EWS banjir dan longsor, pihaknya juga memperkuat sistem peringatan dini tsunami. Hingga kini, BPBD Jatim telah memasang 17 unit sirene tsunami yang tersebar di wilayah pesisir selatan dan timur Jawa Timur.

"Sirene tsunami ini berada di beberapa daerah seperti Banyuwangi, Jember, Pacitan, serta kawasan Tapal Kuda, termasuk Pasuruan dan Probolinggo. Perangkat ini menjadi bagian dari sistem peringatan dini yang terhubung dengan informasi kegempaan dan potensi tsunami," kata Dadang.

Namun demikian, Dadang mengakui masih terdapat sejumlah daerah yang belum terpasang EWS milik provinsi. Luasnya wilayah menjadi tantangan dalam pemerataan sistem peringatan dini. Meski begitu, sebagian daerah telah berinisiatif memasang EWS secara mandiri melalui BPBD kabupaten/kota.

Menurut dia sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sangat penting. Dengan begitu, ketika daerah memiliki kemampuan untuk memasang EWS sendiri, itu akan memperkuat sistem peringatan secara keseluruhan.

Pihaknya menekankan bahwa teknologi peringatan dini harus diimbangi dengan kesiapsiagaan masyarakat. Untuk mewujudkannya sosialisasi dan edukasi kebencanaan terus dilakukan, terutama di wilayah rawan.

Seiring masuknya puncak musim hujan dan meningkatnya potensi cuaca ekstrem, Dadang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Warga diminta aktif mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak jelas sumbernya, serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar.

"Mitigasi bencana bukan hanya soal alat dan teknologi, tetapi juga kesadaran bersama. Ketika peringatan dini sudah ada, respons cepat dan tepat dari semua pihak menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana," ujar Dadang Iqwandy.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore