Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Desember 2025, 00.51 WIB

Sudah Empat Hari Hilang di Laut Utara Lamongan, ABK Kapal Raja Jaya Belum Ditemukan

Tim SAR gabungan mencari keberadaan satu orang ABK Kapal Nelayan Raja Jaya yang tenggelam di perairan laut utara Lamongan, Senin (15/12). (Dokumentasi Kantor SAR Surabaya) - Image

Tim SAR gabungan mencari keberadaan satu orang ABK Kapal Nelayan Raja Jaya yang tenggelam di perairan laut utara Lamongan, Senin (15/12). (Dokumentasi Kantor SAR Surabaya)

JawaPos.com - Kapal Nelayan Raja Jaya yang membawa 11 ABK dilaporkan hilang di perairan laut utara Lamongan pada Jumat (12/12). 10 orang berhasil diselamatkan, sementara 1 ABK hingga kini masih hilang. 

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator (SMC). Ia menuturkan 1 ABK yang masih hilang bernama Udin, laki-laki berusia 40 tahun. 

"Sebanyak 10 orang ABK berhasil diselamatkan oleh nelayan Paciran yang melintas, 1 ABK hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap korban," tutur Nanang, Senin (15/12).

Dari informasi korban selamat, Kapal Nelayan Raja Jaya diduga mengalami kebocoran saat berlayar di perairan utara Paciran, Kabupaten Lamongan, sekitar 10 mil laut dari daratan, hingga akhirnya tenggelam.

Tim SAR gabungan sudah mengerahkan KN SAR 249 Permadi untuk membantu proses pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, yakni sekitar tujuh mil laut di utara Lamongan Shorebase.

Namun hingga hari keempat operasi pencarian, Senin (15/12), keberadaan Udin belum juga ditemukan. Pada hari keempat ini, ada dua search and rescue unit (SRU) laut, yang dikerahkan.

SRU pertama menggunakan KN SAR 249 Permadi menyisir area pencarian sekitar 15,73 mil laut, sementara SRU kedua dari Satpolair Lamongan melakukan penyisiran dengan speedboat di area sekitar 7,32 mil laut.

Di sisi lain, Koordinator Unit Siaga SAR Bojonegoro, Nanang Pujo selaku OSC (On Scene Coordinator) mengatakan, proses pencarian korban di laut terkendala cuaca berupa hujan ringan hingga awan tebal.

Data maritim BMKG menunjukkan angin bertiup dari barat laut berkecepatan 7 - 11 knot, dengan tinggi gelombang 0,5 - 1,25 meter, namun cuaca berawan tebal berpotensi menghambat jarak pandang tim SAR.

Selain melakukan pencarian, Tim SAR gabungan melalui KN SAR 249 Permadi juga menyebarkan informasi tenggelamnya kapal nelayan Raja Jaya kepada kapal-kapal yang melintas di area pencarian. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat sekitar maupun nelayan yang melintas di perairan laut utara Lamongan, apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban, bisa segera melapor ke petugas," tukas Nanang Pujo.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore