Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Desember 2025, 22.44 WIB

Dari Ziarah Makam ke Museum Marsinah, Kapolri Tegaskan Warisan Perjuangan Buruh

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat ziarah ke makam Marsinah. (Mabes Polri) - Image

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat ziarah ke makam Marsinah. (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, Kapolri juga menengok rumah masa kecil Marsinah yang menjadi bagian dari jejak hidup tokoh buruh nasional tersebut.

Kapolri menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari undangan keluarga Marsinah. Ia mengaku bersyukur dapat hadir langsung untuk mengenang perjuangan almarhumah.

“Pertama terima kasih beberapa waktu lalu Ibu Marsini (Kakak kandung Marsinah) mengundang saya untuk hadir ke Nganjuk. Alhamdulillah hari ini kami bisa hadir. Tadi kita berziarah ke makam Almarhum, kemudian sempat menengok rumah masa kecil beliau,” kata Sigit kepada awak media, Sabtu 27 Desember 2025.

Usai ziarah, Kapolri melanjutkan agenda dengan melakukan groundbreaking museum sekaligus rumah singgah Pahlawan Nasional Marsinah. Pembangunan tersebut berlokasi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

“Dan Alhamdulillah baru saja sekaligus kita melaksanakan Groundbreaking untuk rumah singgah sekaligus museum nasional bagi Ibu Marsinah. Untuk mengenang beliau sebagai salah satu tokoh Pahlawan Nasional dari buruh,” ujar Sigit.

Menurut Kapolri, keberadaan museum ini diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus pengingat nilai perjuangan Marsinah bagi generasi buruh saat ini. Nilai tersebut, kata dia, perlu diteruskan dengan cara yang konstruktif dan bertanggung jawab.

“Mengawal dan memperjuangkan hak buruh. Namun tentunya saya selalu sampaikan bahwa laksanakan dengan baik, terukur sehingga pesannya sampai, hak-hak buruh tetap bisa diperhatikan. Namun di sisi lain, pembangunan, iklim investasi, pertumbuhan ekonomi semuanya tetap kondusif. Karena kita semua ingin bahwa semua tetap terjaga,” ujar Sigit.

Kapolri juga menilai pembangunan museum Marsinah dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah diharapkan mendorong tumbuhnya aktivitas UMKM di Desa Nglundo.

“Nanti akan ada kunjungan-kunjungan dari rekan-rekan buruh seluruh Indonesia. Tentunya ini juga akan menghidupkan UMKM, menghidupkan desa itu sendiri dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang ada di wilayah Desa Nglundo,” ucap Sigit.

Ia menegaskan museum tersebut bukan hanya milik warga setempat, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional. Desa tempat Marsinah dilahirkan dan dibesarkan kini memiliki nilai historis bagi Indonesia.

“Dan ini adalah aset Desa Nglundo, aset Kabupaten Nganjuk, aset Provinsi Jatim dan aset Indonesia, bagi teman-teman buruh seluruh Indonesia. Karena beliau pahlawan nasional,” tegas Sigit.

Kapolri berharap pembangunan museum ini membawa manfaat luas bagi masyarakat. Ia menutup dengan harapan agar semangat perjuangan Marsinah menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Sekali lagi semoga semua ini bisa membawa kebaikan untuk tujuan kita mewujudkan Indonesia yang maju, Indonesia yang bisa sejahterakan rakyatnya dan Indonesia yang bisa menjadi negara besar dan kuat dan sejajar dengan negara lain,” tambah Sigit.

Sebagai informasi, Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai aktivis buruh yang vokal memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.

Marsinah bekerja di PT Catur Putra Surya dan diculik serta dibunuh pada 8 Mei 1993. Peristiwa tersebut menjadikannya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan pada era Orde Baru.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore