Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Desember 2025, 00.41 WIB

Pak Gubernur KDM! Banyak Warga Siap Mengawal Supaya Jalanan di Parung Panjang Tidak Rusak lagi

Suasana Jalan Raya Mohammad Toha, Parung Panjang bebas tanpa truk tambang, Minggu (12/10/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Suasana Jalan Raya Mohammad Toha, Parung Panjang bebas tanpa truk tambang, Minggu (12/10/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan dana besar untuk perbaikan jalan di Parung Panjang dan sekitarnya pada tahun 2025.

Menurut Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM pada Februari 2025 lalu, pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana sekitar Rp 130 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di Parung Panjang dan sekitarnya.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan dana sekitar Rp 100-104 miliar untuk wilayah Parung Panjang dan sekitarnya buat perbaikan jalan sepanjang tahun ini.

Dana yang besar tersebut tentu melahirkan tanggung jawab yang besar pula untuk menjaga supaya jalan di Parung Panjang tidak rusak lagi seperti yang kerap terjadi pada tahun-tahun silam.

Warga Parung Panjang kompak mengaku siap mau membantu pemerintah daerah dan aparat dalam menjaga jalan di Parung Panjang yang saat ini sudah hampir rampung 100 persen perbaikannya.

Warga Parung Panjang menyatakan secara tegas tidak akan membiarkan truk-truk bermuatan besar lebih dari 10 ton melintas di jalan provinsi. Karena hal itu tidak hanya melanggar aturan,tapi juga melebihi spefisikasi yang ditentukan untuk jalan provinsi.

"Kita siap menjaga jalan Parung Panjang supaya awet, agar Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi tidak terus menerus membuang uang untuk perbaikan jalan. Lebih baik uang ratusan miliar itu dialokasikan untuk pendidikan atau pengentasan kemiskinan," kata Hisyam, salah satu warga, kepada JawaPos.com.

Hal senada juga diungkapkan Andika Ramadhan. Dia menyatakan bahwa pernyataan KDM sudah sangat jelas terkait jalan Parung Panjang yang merupakan jalan provinsi, bukan untuk jalan tambang.

Oleh sebab itu, dia pun siap mengawal agar truk tambang yang bobotnya mencapai puluhan ton tidak boleh lagi melintas di jalan utama Parung Panjang.

"Kalau kita biarkan truk-truk yang bobotnya mencapai 40-50 ton lewat di jalan Parung Panjang, dalam waktu 3 sampai 6 bulan, jalan akan rusak lagi seperti sebelum-sebelumnya," ungkapnya.

Truk Tambang Mulai Beroperasi

Meski pengerjaan jalan di Parung Panjang belum sepenuhnya tuntas, sejumlah truk tambang sudah mulai beroperasi sejak beberapa waktu belakangan.

Hal itu diungkapkan Ryan, salah satu warga. Menurut dia, pada pertengahan Desember 2025 lalu, terdapat truk mogok di dekat perumahan The River.

"Sempat ada truk mogok di tanjakan The River membawa batu bermuatan besar," ungkap Ryan.

Rama Firman mengungkapkan hal senada. Dia menyaksikan secara langsung sempat terjadi kecelakaan truk menabrak pengendara motor di jalan Parung Panjang. Pengendara motor itu meninggal dunia tidak lama setelah ditabrak.

"Itu kejadiannya di jalan Parung Panjang belokan mau ke arah Gerowong yang ada tukang es kelapa," katanya.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore