Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Januari 2026, 02.13 WIB

Update Kasus Mahasiswi Unima: Keluarga Resmi Lapor ke Polda Sulut, Minta Otopsi!

Foto ucapan belasungkawa kepada mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) Evia Maria Mangolo, 21. (Istimewa) - Image

Foto ucapan belasungkawa kepada mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) Evia Maria Mangolo, 21. (Istimewa)

JawaPos.com - Kasus kematian mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) Evia Maria Mangolo, 21, memasuki babak baru. Pihak keluarga memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum dengan membuat laporan resmi ke Polda Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (31/12).

Langkah ini diambil setelah keluarga menduga ada kejanggalan di balik tewasnya mahasiswi semester VII PGSD tersebut. Evia sebelumnya ditemukan dalam kondisi gantung diri di rumah kos di Kelurahan Matani Satu, Tomohon Tengah.

Keluarga Akhirnya Setuju Otopsi

Dikutip dari Manado Post (JawaPos Group), Kasat Reskrim Royke Mantiri mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah berubah pikiran terkait prosedur pemeriksaan jenazah. Jika sebelumnya menolak, kini keluarga meminta keadilan ditegakkan.

"Iya tadi kita berkomunikasi dengan pihak keluarga via telepon. Katanya mereka (pihak keluarga,red) saat ini sudah di Polda Sulut. Rencananya bikin laporan," ujar Kasat Royke saat dikonfirmasi.

Royke menjelaskan bahwa sejak awal polisi sudah menyarankan otopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian Evia. "Awalnya kan kita mau otopsi, tapi waktu itu belum disetujui. Nah, sekarang keluarga berubah pikiran," tambahnya.

Oknum Dosen Belum Beri Respon

Penyelidikan kasus yang menghebohkan warga "Nyiur Melambai" ini terus bergulir. Polisi bahkan sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi dan pihak terkait sejak Selasa (30/12).

Salah satu sosok yang dipanggil adalah seorang oknum dosen. Namun, hingga saat ini, yang bersangkutan belum menunjukkan kooperatifnya kepada penyidik.

"Termasuk dengan oknum dosen itu, tapi yang bersangkutan belum memberikan respon. Intinya proses penanganan kasus ini berjalan sesuai prosedur," tegas Royke.

Mengingat kasus ini viral di media sosial, polisi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi liar dan tetap tenang menunggu hasil penyidikan resmi.

"Masyarakat kami imbau untuk bijaksana dalam mengkaji informasi, di tengah kemajuan teknologi digital saat ini," imbuh Royke.

Di sisi lain, Tim Relawan Hukum yang mendampingi keluarga menyatakan bahwa laporan ke Polda Sulut ini merupakan keinginan langsung dari orang tua almarhumah. Mereka berharap tabir gelap penyebab kematian mahasiswi Unima ini segera terungkap secara transparan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore