Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Januari 2026, 15.12 WIB

Tekan Kasus DBD pada Anak, Pemprov Kalimantan Utara Gencarkan Vaksinasi Bagi Anak Sekolah

Vaksinasi dengue anak sekolah di Kabupaten Bulungan, Tanjung Palas Utara, Kalimantan Utara. (Istimewa) - Image

Vaksinasi dengue anak sekolah di Kabupaten Bulungan, Tanjung Palas Utara, Kalimantan Utara. (Istimewa)

JawaPos.com - Untuk menekan tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD), Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menggencarkan program vaksinasi dengue sebagai langkah perlindungan tambahan, terutama bagi anak-anak yang masuk kelompok paling rentan terpapar penyakit ini.

Program vaksinasi dengue ini resmi diluncurkan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan Kabupaten Bulungan, khususnya Kecamatan Tanjung Palas Utara, dipilih sebagai lokasi awal pelaksanaan.

Langkah ini diambil seiring masih tingginya beban dengue secara nasional. Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat 139.298 kasus dengue di Indonesia dengan 583 kematian. Di Kalimantan Utara sendiri, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah.

Pada 2024, tercatat 735 kasus dengan angka kematian 1,09 persen, di mana hampir separuh kasus terjadi pada anak usia 6–14 tahun dan trennya masih meningkat hingga pertengahan 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Usman, menegaskan vaksinasi ini menjadi pelengkap dari upaya pencegahan kasus DBD yang selama ini telah berjalan.

“Kami tetap memperkuat surveilans, PSN melalui 3M Plus, dan edukasi masyarakat. Namun vaksinasi dengue kami dorong sebagai pendekatan inovatif untuk melindungi kelompok paling rentan dan sejalan dengan target nasional nol kematian akibat dengue pada 2030,” ujarnya, Jumat (9/1).

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bulungan. Bupati Bulungan melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono, menekankan bahwa vaksinasi dengue bukan pengganti upaya pencegahan yang sudah ada.

"Ini adalah lapisan perlindungan tambahan. Masyarakat tetap harus disiplin menjaga kebersihan lingkungan, sambil membangun perlindungan dari dalam melalui vaksinasi,” katanya.

Pada tahap awal, vaksinasi direncanakan menyasar 725 anak usia 9–13 tahun dari sejumlah SD dan SMP di Kecamatan Tanjung Palas Utara. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap, mulai dari skrining kesehatan, penyuntikan oleh tenaga terlatih, hingga observasi pasca imunisasi.

Dari sisi penyedia vaksin, Presiden Direktur PT Bio Farma, Shadiq Akasya, menyatakan komitmen mendukung program pencegahan dengue di daerah.

“Kami mendorong perluasan akses vaksin dengue melalui kerja sama dengan pemerintah daerah agar manfaat perlindungan bisa dirasakan lebih luas,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengapresiasi langkah Kalimantan Utara sebagai pelopor vaksinasi dengue di wilayah tersebut.

“Dengue memberi beban besar bagi sistem kesehatan dan masyarakat. Kami berkomitmen menjadi mitra jangka panjang dalam pencegahan dengue melalui kolaborasi dan edukasi,” pungkasnya.

Melalui vaksinasi dengue yang terintegrasi dengan upaya pengendalian yang sudah ada, Pemprov Kalimantan Utara berharap dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD, sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan anak-anak di daerah endemik.

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dan Puskesmas Tanjung Palas Utara di Balai Desa Panca Agung, dengan dukungan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines, serta melibatkan Kementerian Kesehatan RI, Komnas dan Komda KIPI, IDAI, dan lintas sektor terkait.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore