Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Januari 2026, 00.26 WIB

Inisiatif Riset Mangrove Sukarelawan Muda UPN Veteran Jatim Gali Potensi Ekonomi dan Lingkungan di Trenggalek

Kolaborasi riset lapangan UPN Veteran Jatim dan Desa Wonocoyo sebagai Manifestasi Blue Economy di Pesisir Kabupaten Trenggalek. (Istimewa) - Image

Kolaborasi riset lapangan UPN Veteran Jatim dan Desa Wonocoyo sebagai Manifestasi Blue Economy di Pesisir Kabupaten Trenggalek. (Istimewa)

JawaPos.com-Desa Wonocoyo di Kabupaten Trenggalek kini bukan sekadar destinasi wisata. Lewat kolaborasi apik antara UPN Veteran Jawa Timur dan pemerintah desa setempat, pesisir Panggul ini mulai bertransformasi menjadi pusat riset Blue Economy berbasis ekosistem mangrove.

Lima sukarelawan muda yang direkrut via media sosial diterjunkan ke lapangan untuk memetakan potensi sekaligus tantangan nyata yang dihadapi hutan bakau di sana. Program ini berupaya memutus tren tanam lalu ditinggal yang sering terjadi pada aksi lingkungan.

Tim peneliti muda tidak hanya menanam 700 bibit mangrove bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek. Mereka juga melakukan observasi mendalam di kawasan konservasi penyu Pantai Kili-Kili.

Praja Firdaus, inisiator program, menekankan pentingnya pemetaan sosial (social capture) agar gerakan ini berdampak panjang. Social capture itu untuk memudahkan pemetaan ekosistem mangrove di Desa Wonocoyo.

"Mapping ini penting karena kami tidak ingin gerakan budidaya mangrove ini hanya sekedar selebrasi dan seremonial saja," tegas Praja.

Salah satu temuan menarik dari riset ini adalah masalah sampah kiriman. Karena lokasi mangrove berada di hilir sungai, tumpukan sampah dari hulu sering menghambat pertumbuhan bibit saat curah hujan tinggi.

Menariknya, warga Desa Wonocoyo punya cara cerdas untuk beradaptasi. Mereka kini fokus menanam bibit yang jatuh alami dari pohon induk di lokasi, bukan mendatangkan bibit dari luar kota.

Strategi ini terbukti memangkas biaya transportasi dan logistik secara signifikan. Penghematan dana tersebut dialokasikan untuk pembersihan sampah secara rutin, sehingga keberlangsungan ekosistem lebih terjamin.

Potensi Ekonomi: Dari Sirup Bogem hingga Wisata Nasional

Tak hanya soal konservasi, tim riset juga menggali potensi ekonomi warga lokal. Salah satunya pengolahan buah bogem (sonneratia caseolaris) menjadi sirup segar.

Langkah ini sejalan dengan status Desa Wonocoyo yang baru saja meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Sekretaris Desa Wonocoyo Eko Margono menyambut positif inisiatif riset ini sebagai landasan pembangunan desa ke depan.

"Wonocoyo baru saja menerima penghargaan Juara II Nasional sebagai Desa Wisata Berbasis Atraksi Alam oleh Kementerian Pariwisata. Sehingga dengan adanya penelitian lapangan berbasis ekosistem mangrove ini bisa dijadikan rujukan pengembangan ekosistem mangrove Wonocoyo ke depannya," ujar Eko.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore