
Para prajurit TNI berhasil menyelamatkan belasan karyawan Freeport di Papua yang sempat terjebak di lokasi rawan OPM. (TNI)
JawaPos.com - Sebanyak 18 karyawan PT Freeport Indonesia terjebak selama 3 hari di Pos Tower 270, Distrik Tembagapura, Kabupaten Timika, Papua Tengah. Lokasi itu merupakan salah satu titik rawan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Untuk menyelamatkan belasan karyawan Freeport tersebut, TNI melaksanakan operasi senyap pada Sabtu (10/1).
Berdasar keterangan resmi Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema TNI Mayjen TNI Lucky Avianto yang diterima dari Mabes TNI pada Senin (12/1), belasan karyawan Freeport itu terjebak di tengah medan yang sulit. Mereka juga terancam oleh keberadaan OPM. Untuk itu dilaksanakan operasi senyap oleh TNI untuk mengevakuasi belasan karyawan Freeport tersebut.
”Operasi penyelamatan ini dilaksanakan di tengah medan yang sangat sulit dengan tingkat ancaman tinggi serta keterbatasan waktu sebagai faktor krusial,” ungkap Lucky.
Dengan kondisi itu, perwira tinggi (pati) TNI AD dengan dua bintang di pundak tersebut menyatakan bahwa negara tetap hadir melalui langkah-langkah yang terencana, terukur, dan profesional. Hasilnya, belasan karyawan Freeport yang sempat terjebak berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat tanpa ada satu pun korban.
”Pergerakan pasukan dilakukan secara senyap dengan menembus medan ekstrem pegunungan pada ketinggian lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut,” ujarnya.
Guna menjaga keberlangsungan operasi sekaligus memastikan kondisi belasan karyawan Freeport itu tetap stabil. Para prajurit TNI juga mengerahkan dukungan udara berupa penyaluran obat-obatan dan logistik menggunakan drone kargo. Lucky menyebut, operasi itu berlangsung selama dua hari hingga Pos Tower 270 berhasil dikuasai kembali.
”Sekaligus mengevakuasi seluruh pekerja dengan aman dan terkendali,” imbuhnya.
Lucky menyatakan bahwa Pos 270 merupakan salah satu bagian dari Objek Vital Nasional yang harus diamankan oleh TNI. Menurut dia, keberhasilan operasi senyap tersebut membuktikan kesiapsiagaan dan profesionalisme para prajurit TNI dalam menjalankan tugas pokok TNI, yakni melindungi segenap bangsa dari segala ancaman.
