
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah seorang pendaki yang meninggal dunia karena sakit di Gunung Slamet, Sabtu (26/7) malam. (Basarnas Cilacap/Antara)
JawaPos.com - Evakuasi jenazah pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridah Ali Razan, berlangsung lancar. Tim SAR telah berhasil membawa jasad pendaki berusia 18 tahun itu dari lereng gunung ke Basecamp Gunung Malang. Selanjutnya jenazah Ali langsung dibawa ke RSUD Goeteng Purbalingga.
Budiono selaku kepala Kantor SAR Semarang menyampaikan bahwa jenazah Ali ditemukan di lereng gunung tidak jauh dari batas vegetasi. Persisnya di sisi selatan lereng pada jalur turun menuju Basecamp Gunung Malang. Lokasi itu berlainan jalur dengan rute pendakian yang direncanakan oleh Ali.
”Lokasi jatuhnya Ali berada sisi selatan lereng di jalur turun menuju Basecamp Gunung Malang yang berarti bukan jalur saat Ali mendaki yakni via Basecamp Dipajaya,” kata Budiono dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis sore (15/1).
Meski jenazah Ali ditemukan sejak kemarin (14/1), namun evakuasi tidak dapat dilakukan di hari yang sama. Kondisi cuaca, medan ekstrem, serta titik persis jenazah Ali tidak bisa dijangkau dengan mudah. Untuk itu, Tim SAR perlu memastikan keselamatan regu pencari.
”Evakuasi akhirnya bisa dilakukan pada Kamis pagi sekira pukul 07.00 WIB. Dari kedalaman jurang. Tim SAR bahu-membahu membawa tubuh siswa kelas XII SMAN 5 Magelang tersebut menuju Basecamp Gunung Malang di Purbalingga,” jelas dia.
Beruntung cuaca hari ini cukup cerah sehingga tim diberikan kemudahan dalam melaksanakan evakuasi. Pada pukul 14.30 WIB jenazah Ali tiba di Basecamp Gunung Malang. Jenazah Ali dipastikan dalam kondisi utuh dan mudah dikenali oleh petugas.
”Alhamdulillah Kondisi jenazah saat ditemukan masih utuh sehingga mudah untuk dikenali. Untuk penyebab meninggalnya korban dari pihak rumah sakit Goeteng Purbalingga yang akan merilisnya,” lanjutnya.
Atas kerja sama semua pihak yang terlibat dalam operasi SAR terhadap Ali, Budiono menyampaikan terima kasih. Termasuk kepada para relawan yang terus melakukan pencarian selama lebih dari 2 pekan. Setelah diperiksa dan dilaksanakan pemulasaraan jenazah di RSUD Goeteng Purbalingga, jenazah Ali akan langsung dibawa ke rumah duka di Magelang.
”Sehingga almarhum bisa dikebumikan secara layak oleh keluarga. Sekali lagi kami dari Basarnas mengucapkan terimakasih dan semoga kejadian ini tidak terjadi lagi dimasa depan,” harapnya.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Ali melakukan pendakian bersama rekannya, yang bernama Himawan Haidar Bahran pada Sabtu (27/12) melalui jalur Dipajaya, Pulosari, Pemalang. Keduanya berencana melakukan pendakian bolak-balik atau naik-turun dalam satu hari.
Namun, keduanya tidak kunjung turun. Proses pencarian kemudian dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk relawan mandiri, Tim SAR, BPBD, serta dukungan Pemkot Magelang. Pada Selasa (30/12), Himawan ditemukan pendaki lain di sekitar Pos 5 Gunung Slamet dalam kondisi lemah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi menyebutkan bahwa sejak laporan hilangnya Ali, BPBD Kota Magelang secara aktif mengirim personel untuk membantu pencarian.
”Sejak 30 Desember, kami mengirim personel, awalnya 5 orang dan kemudian bertambah hingga total 11 personel,” ujarnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
