Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Januari 2026, 00.36 WIB

Pesawat ATR 42-500 Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak di Maros, Warga Dengar Suara Ledakan Dahsyat Siang Hari

Ilustrasi pesawat jatuh. / Antara/Ridwan Triadmojo - Image

Ilustrasi pesawat jatuh. / Antara/Ridwan Triadmojo

JawaPos.com - Pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan rute Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1).

Sejumlah warga di sekitar Kabupaten Maros melaporkan adanya suara ledakan keras yang memecah kesunyian siang hari.

Dikutip dari Fajar (JawaPos Group), warga di Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Hasnah mengaku sempat mendengar bunyi yang menyerupai material terbakar sebelum ledakan terjadi.

"Tadi saya sempat mendengar suara seperti bambu kering yang dibakar mengeluarkan suara (ledakan,red)," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Sabtu (17/1).

Meski tidak melihat jam secara pasti, Hasnah meyakini peristiwa itu terjadi saat ia sedang berada di teras rumah pada siang hari.

Hal senada diungkapkan oleh Ismail, warga lainnya yang menegaskan bahwa suara tersebut bukanlah ledakan biasa.

"Sekitar jam 11.00 Wita tadi saya dengar suara ledakan keras. Dan ini baru pertama kali saya dengar suara ledakan keras sekali, bukan suara ledakan tambang juga," katanya.

Kronologi Detik-detik Pesawat Hilang dari Radar

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa pesawat buatan tahun 2000 yang dipiloti Capt. Andy Dahananto tersebut mulai mengalami kendala saat mendekati wilayah udara Makassar.

Berdasarkan laporan teknis, komunikasi terakhir terjadi saat pesawat sedang dipandu untuk melakukan pendaratan.

"Pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar," ujar Lukman, Sabtu (17/1).

Sayangnya, posisi pesawat justru melenceng dari jalur yang seharusnya. Meski petugas ATC sempat memberikan instruksi koreksi, pesawat PK-THT tiba-tiba lenyap dari pantauan radar.

"Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact)," tambah Lukman.

Status Darurat DETRESFA dan Fokus Pencarian di Pegunungan Maros

Menyikapi hilangnya kontak tersebut, otoritas penerbangan langsung menetapkan status DETRESFA (Distress Phase) atau fase darurat tertinggi. Tim SAR gabungan kini memfokuskan pencarian di area pegunungan kapur Bantimurung yang memiliki medan cukup menantang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore