Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Januari 2026, 21.29 WIB

Selain RS Bhayangkara Makassar, RSAU dr. Dody Sardjoto juga Disiagakan untuk Identifikasi Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

Tim SAR Gabungan menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dan jatuh di Maros, Sulsel. (TNI AD) - Image

Tim SAR Gabungan menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dan jatuh di Maros, Sulsel. (TNI AD)

JawaPos.com - TNI AU turut menyiagakan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Dody Sardjoto untuk dijadikan sebagai Posko Tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam operasi SAR korban pesawat ATR 42-500. Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Sultan Hasanuddin menyiagakan rumah sakit itu sejak Minggu (18/1).

Komandan Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Arifaini Nur Dwiyanto menyampaikan bahwa keterlibatan RSAU dr. Dody Sardjoto merupakan wujud komitmen Angkatan Udara dalam mendukung proses kemanusiaan setelah evakuasi selesai dilakukan.

”Setelah korban berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat, TNI AU menyiagakan RSAU dr. Dody Sardjoto sebagai posko Tim DVI untuk mendukung proses identifikasi korban bersama instansi terkait,” kata dia dalam keterangan resmi pada Senin (19/1).

Menurut Dwiyanto, RSAU dr. Dody Sardjoto akan bersinergi dengan Polri, Basarnas, pemerintah daerah (pemda), serta berbagai pihak terkait agar seluruh tahapan identifikasi berjalan cepat, akurat, dan sesuai standar internasional DVI. Tujuannya agar jenazah korban cepat teridentifikasi.

”TNI Angkatan Udara memastikan akan terus hadir dalam operasi kemanusiaan, tidak hanya pada tahap pencarian dan evakuasi, tetapi juga pada penanganan lanjutan untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban,” kata dia.

Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa pihaknya terlibat aktif dalam operasi SAR kru dan penumpang pesawat tersebut. Termasuk dalam proses identifikasi para korban. Pihaknya sudah mendirikan Posko DVI.

”Kami telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan, guna mendukung operasi pencarian,” kata dia dalam konferensi pers pada Minggu (18/1).

Dalam kesempatan yang sama, Djuhandani menyampaikan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara Makassar telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan antemortem. Tidak hanya Tim DVI Polda Sulsel, rumah sakit tersebut didukung oleh Tim DVI Mabes Polri dengan personel khusus.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Didik Supranoto menyampaikan, sampai saat ini sudah ada 8 data antemortem yang diambil dari keluarga korban. Nantinya data tersebut akan dicocokan dengan data postmortem yang diambil dari jenazah korban.

”Update 8 orang keluarga yang sudah dilakukan pemeriksaan antemortem,” kata dia kepada awak media.

Untuk mempercepat proses pengumpulan data antemortem, Polda Sulsel mengambil langkah jemput bola. Kombes Didik menyatakan, secara proaktif pihaknya mendatangi keluarga korban. Langkah itu dilakukan melalui polda dan satuan kewilayahan Polri di daerah domisili keluarga korban.

Selain pengumpulan data antemortem yang masih berlangsung, data postmortem dari para korban juga belum diperoleh. Meski sudah ada korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan, masih belum ada korban yang selesai dievakuasi sampai ke Posko DVI Polda Sulsel.

”Karena korban belum ada yg dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan postmortem,” imbuhnya.

Untuk memudahkan keluarga korban menyerahkan data antemortem, Polda Sulsel membagikan nomor telepon yang biasa dihubungi. Yakni Kompol Rahman pada nomor 085388889928 dan Dokter Asnani pada 0811469088.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore