Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2026, 06.14 WIB

Publik Tidak Puas dengan Pemerintah Atas Penanganan Banjir di Sumatera

Foto Udara sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang  Junjung Sirih, Kab. Solok. Sumatera Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Foto Udara sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang Junjung Sirih, Kab. Solok. Sumatera Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Bencana banjir bandang dan longsor melanda tiga provinsi di Sumatera. Yakni, Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Selama dalam penanganan bencana, publik relatif tidak puas terhadap kinerja pemerintah.

Ketidakpuasan itu tergambar dalam survei opini yang dilakukan Media Survei Nasional (Median). Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, mayoritas responden menyampaikan ketidakpuasan terhadap penanganan bencana tersebut. Jumlahnya sebanyak 59 persen responden menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas terhadap kinerja Pemerintah Pusat dalam menangani banjir di Sumatera. Sedangkan responden yang menyatakan puas 38,3 persen.

"Beberapa alasan utama ketidakpuasan publik; antara lain 26,8 persen responden menilai respons pemerintah tidak cukup cepat. Selain itu sebanyak 10,4 persen responden menyebut bantuan yang diberikan dinilai kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan korban," ungkap Rico Marbun di Jakarta pada Selasa (20/1).

Adapun hasil rilis survei opini itu diambil dari pengguna media sosial dalam tema “Bedah Opini Penanganan Bencana Sumatera & Isu Politik Lainnya". Survei itu menggambarkan persepsi publik terhadap kinerja Pemerintah Pusat, khususnya Presiden dan kementerian terkait dalam menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Sebanyak 2,8 persen responden melihat banyak pejabat tinggi negara memberikan perhatian langsung di lokasi bencana; serta 2,7 persen responden yang menilai respons pemerintah sangat cepat.

“Suara ketidakpuasan masih lebih dominan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat menaruh ekspektasi tinggi terhadap kehadiran negara dalam penanganan bencana, terutama dari sisi kecepatan, kecukupan bantuan, dan langkah pencegahan,” ujar Rico.

Survei Median ini dilaksanakan pada 9 hingga 13 Januari 2026 melalui penyebaran kuesioner di media sosial. Responden merupakan pengguna aktif media sosial berusia 17 hingga 60 tahun ke atas, dengan distribusi sampel dilakukan secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Total responden yang terlibat dalam survei ini berjumlah 1.000 orang.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore