Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Februari 2026, 18.36 WIB

BPBD Sebut Korban Luka di Bantul Dampak Gempa Pacitan Menjadi 15 Orang

Gempa bumi Magnitudo 6.4 mengguncang wilayah Pacitan Jawa Timur pada Jumat (6/2) dini hari. (Humas BMKG Jogjakarta) - Image

Gempa bumi Magnitudo 6.4 mengguncang wilayah Pacitan Jawa Timur pada Jumat (6/2) dini hari. (Humas BMKG Jogjakarta)

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta; menyebut korban luka karena terdampak gempa bumi Magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur; bertambah menjadi 15 orang. Gempa bumi M6.4 berlokasi 89 km selatan Pacitan, dengan kedalaman 10 km pada Jumat (6/2) pukul 01.06.11 WIB, dengan kedalaman 10 km.

Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, 15 korban luka akibat gempa bumi Pacitanitu terdata Pusdalops BPBD hingga pukul 09.30 WIB.

”Korban yang luka sudah dirawat di RSUD Panembahan Senopati, RS Saras Adyatma, RS Santa Elisabeth, RS PKU Muhammadiyah, RS Permata Husada, juga ada korban dari Kecamatan Piyungan yang dirawat di RSUD Prambanan,” kata Mujahid Amrudin seperti dilansir dari Antara.

Pusdalops BPBD Bantul menyatakan, sebagian dari mereka langsung diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan. Tapi ada yang harus menjalani rawat inap karena butuh penanganan lebih lanjut oleh rumah sakit.

”Ada sebagian yang melakukan rawat jalan, ada korban yang karena patah tulang masih diharuskan untuk rawat inap di rumah sakit,” ujar Mujahid Amrudin.

Sedangkan dampak bangunan yang mengalami kerusakan karena gempa tersebut menjadi 13 titik, meliputi rumah rusak delapan titik, tempat ibadah dua titik, fasilitas pemerintah satu titik, fasilitas pendidikan dua titik dan fasilitas kesehatan satu titik.

”Lokasi bangunan terdampak tersebar di 10 kapanewon (kecamatan), yaitu Banguntapan satu titik, Bantul satu titik, Imogiri satu titik, Jetis tiga titik, Kasihan tiga titik, Pajangan satu titik, Pleret satu titik, Pundong satu titik, Sedayu satu titik, dan Srandakan satu titik,” terang Mujahid Amrudin.

Mujahid mengatakan, berdasar analisis BMKG, gempa bumi Pacitan tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Mengenai potensi gempa susulan akan didalami bersama BMKG dan berkoordinasi lebih lanjut.

”Hari ini, tim BMKG ke BPBD untuk mendalami terkait potensi gempa susulan, apakah ada dampak terkait dengan Sesar Opak atau tidak. Kami imbau masyarakat tetap tenang, sambil update terkini BMKG. Jadi, masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga kewaspadaan,” tandas Mujahid Amrudin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore